KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Kesalahan sepele saat mengunggah dokumen kerap menjadi “jebakan” bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), khususnya fresh graduate.
Alih-alih bersaing di tahap seleksi kompetensi, tidak sedikit peserta justru gugur lebih awal hanya karena berkas yang diunggah tidak sesuai ketentuan.
Padahal, tahap administrasi merupakan pintu pertama yang menentukan apakah pelamar bisa melaju atau langsung tersingkir.
Dua dokumen yang paling krusial, namun sering dianggap sepele adalah ijazah dan transkrip nilai.
Untuk ijazah, pelamar wajib mengunggah dokumen asli, bukan hasil fotokopi. Format file juga harus mengikuti ketentuan instansi yang dilamar. Jika ukuran file perlu diperkecil (resize), kualitas dokumen tidak boleh menurun hingga sulit dibaca.
Tak kalah penting, pastikan tanda tangan dan stempel resmi dari kampus terlihat jelas. Detail ini sering luput diperhatikan, padahal menjadi salah satu indikator keabsahan dokumen.
Penanganan Ijazah:
· Yang diaploud harus ijazah asli, bukan foto kopi
· Ikuti format aploud sesuai ketentuan instansi
· Kalau resize file pastikan tetap jelas terbaca
· Scan pakai HP boleh, tapi lebih disarankan menggunakan alat scanner
· Pastikan nama di ijazah sama persis dengan KTP
· Perhatikan tanda tangan dan stempel kampus harus terlihat jelas
Sementara itu, pada dokumen transkrip nilai, prinsipnya tidak jauh berbeda. Pelamar juga diwajibkan mengunggah dokumen asli dengan format sesuai ketentuan instansi.
Hal paling krusial adalah memastikan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaca jelas dan memenuhi syarat formasi yang dilamar. Selain itu, jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) dan identitas perguruan tinggi juga harus terlihat lengkap dan tidak terpotong.
Penanganan Transkip Nilai:
· Upload transkrip nilai asli, bukan fotokopi
· Pastikan format sesuai ketentuan
· Jika diresize, jangan sampai data jadi tidak jelas
· Bisa scan pakai HP, tapi lebih disarankan menggunakan alat scanner
· Pastikan IPK terbaca jelas dan sesuai dengan syarat formasi
· Periksa jumlah SKS dan identitas kampus.
Ingat, lolos administrasi bukan soal keberuntungan, melainkan ketelitian. Satu kesalahan kecil bisa menghapus peluang besar menjadi abdi negara.(*)
Editor : Agus Pramono