Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kementerian ATR/BPN Kekurangan 18.044 Pegawai, Berpeluang Buka Banyak Formasi CPNS 2026

Agus Pramono • Senin, 20 April 2026 | 19:30 WIB
Sekjen Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan sampaikan jumlah SDM saat RDP.Youtube/DPR RI
Sekjen Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan sampaikan jumlah SDM saat RDP.Youtube/DPR RI

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM– Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengungkap masih tingginya kebutuhan sumber daya manusia (SDM), terutama pada jabatan teknis yang berkaitan langsung dengan pelayanan pertanahan.

Total ada kekurangan 18.044 kebutuhan SDM jabatan fungsional. hal ini menjadi petunjuk jika dalam penerimaan CPNS 2026, akan membuka banyak formasi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, Selasa (14/4/2026).

Dalam paparannya, Dalu menjelaskan kebutuhan pegawai mengacu pada persetujuan penetapan kebutuhan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Tabel kebutuhan di Kementerian ATR/BPN:

No | Jabatan Fungsional | Jenjang Jabatan | Jumlah Formasi | Bezzeting | Selisih (Formasi - Bezzeting)


1.            Penata Kadastral | Penata Kadastral Pertama | 2.107 | 848 | 1.259
2.            Penata Ruang    | Penata Ruang Pertama | 246 | 141 | 105
3.            Penata Pertanahan | Penata Pertanahan Pertama | 21.484 | 4.804 | 16.680

Total ada kekurangan 18.044 kebutuhan SDM jabatan fungsional  

Menurut dia, masih terdapat kesenjangan cukup besar antara jumlah formasi dengan pegawai yang tersedia, terutama pada Jabatan Fungsional Penata Pertanahan dan Penata Kadastral.

Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap tingginya beban kerja teknis di bidang pertanahan, seperti pengukuran, pemetaan, hingga pendaftaran tanah yang belum sepenuhnya didukung jumlah SDM memadai.

Selain itu, transformasi organisasi berbasis wilayah juga mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga dengan kompetensi teknis yang lebih spesifik.

“Jabatan ini bersifat keahlian khusus, sehingga membutuhkan pemenuhan SDM yang berkompeten dan siap didayagunakan,” kata Dalu.

Sebagai solusi, Kementerian ATR/BPN menilai lulusan Politeknik Agraria STPN memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Skema ikatan dinas juga dinilai mampu menjamin ketersediaan SDM secara terencana sekaligus mengurangi ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan jabatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pengisian formasi, khususnya pada Jabatan Fungsional Penata Pertanahan dan Penata Kadastral.

Selain itu, strategi ikatan dinas dipandang efektif dalam memperkuat kapasitas teknis serta meningkatkan kualitas layanan pertanahan kepada masyarakat.

Pada tahun 2026, Politeknik Agraria STPN direncanakan menerima sedikitnya 350 taruna, terdiri atas 240 taruna jalur ikatan dinas, 50 taruna kerja sama pemerintah daerah, dan 60 taruna tugas belajar.(*)

 

Editor : Agus Pramono
#cpns 2026 #rekrutmen cpns 2026 #rdp komisi 2 dpr ri #formasi cpns kementerian atr bpn #kementerian atr bpn