KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Fenomena astronomi hujan meteor Lyrid mencapai titik puncaknya di langit Indonesia pada Kamis (23/4/2026) dini hari hingga menjelang fajar keesokan harinya.
Waktu pengamatan terbaik di Indonesia dimulai sejak pukul 23.00 WIB hingga sebelum matahari terbit, dengan periode ideal antara pukul 02.00 WIB hingga fajar.
“Hujan meteor Lyrid bisa diamati dari Indonesia pada dini hari malam Kamis 23 April sampai sebelum matahari terbit. Ada sekitar 10 hingga 20 meteor per jam dari arah rasi Lyra di langit utara,” ujar Thomas Djamaluddin, Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Metrotvnews.com melaporkan bahwa pengamat tidak memerlukan teleskop karena alat bantu optik justru akan mempersempit bidang pandang langit.
Agar pengalaman melihat hujan meteor lebih maksimal:
· Cari lokasi minim polusi cahaya (jauh dari lampu kota)
· Matikan lampu sekitar jika memungkinkan
· Hindari melihat layar HP (agar mata cepat adaptasi)
· Tunggu 15–30 menit hingga mata terbiasa gelap
· Gunakan kursi santai atau berbaring untuk kenyamanan
Peristiwa tahunan ini terjadi saat Bumi melintasi sisa debu Komet Thatcher (C/1861 G1) yang terbakar saat memasuki atmosfer.
Maria Valdes, peneliti meteorit dari School of the Art Institute of Chicago, menjelaskan bahwa komet tersebut hanya bisa dilihat dari Bumi setiap 415 tahun sekali.
Hujan meteor Lyrid merupakan salah satu fenomena tertua yang pernah tercatat dalam sejarah manusia. Catatan pengamatannya sudah ada sejak lebih dari 2.500 tahun lalu.
Di luar periode hujan meteor, sebenarnya beberapa meteor acak tetap bisa terlihat setiap malam. Namun pada waktu tertentu dalam setahun, jumlahnya meningkat sehingga menciptakan pertunjukan langit yang lebih spektakuler.(*)
Editor : Agus Pramono