KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Rencana perekrutan puluhan ribu tenaga kerja untuk mengelola koperasi desa hingga kampung nelayan memunculkan tanda tanya baru soal sumber pembiayaan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum memperoleh gambaran jelas terkait anggaran gaji bagi para pegawai tersebut.
Jumlah tenaga kerja yang akan direkrut mencapai 35.476 orang. Mereka diproyeksikan bertugas mengelola program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih yang tengah disiapkan pemerintah.
Baca Juga: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Tersedia Kuota untuk Kalteng
“Koperasi saya nggak tahu, tapi yang saya bayar ke koperasi kan hanya cicilan Rp 40 triliun per tahun itu. Yang lain saya nggak tahu,” kata Purbaya, mengutip Kumparan, Kamis (23/4/2026).
Ia menyebut, selama ini APBN memang dialokasikan untuk mendukung sektor koperasi dengan nilai sekitar Rp40 triliun setiap tahun. Namun, terkait tambahan kebutuhan anggaran di luar itu, dirinya belum bisa memastikan.
“Nggak tahu nanti saya pastikan, tapi saya yang tahu saya hanya bayar cicilan sekian puluh triliun setiap tahun sampai enam tahun ke depan gitu,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah sebelumnya telah membuka proses seleksi tenaga kerja dalam jumlah besar untuk mendukung operasional program tersebut. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, para peserta yang lolos akan direkrut sebagai pegawai BUMN dengan skema kontrak waktu tertentu selama dua tahun.
Baca Juga: Program Andalan Presiden Prabowo Kampung Nelayan Merah Putih Hanya Ada Satu Dibangun di Kalteng
“Pemerintah, melalui Panitia Seleksi Nasional SDM PHTC, akan membuka rekrutmen untuk putra-putri terbaik Indonesia untuk ikut serta dalam pengelolaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Zulkifli.
Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 30 ribu posisi dialokasikan untuk manajer koperasi desa yang akan berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Sementara sisanya, sebanyak 5.476 orang, akan ditempatkan pada sektor kampung nelayan melalui PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Baca Juga: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Tersedia Kuota untuk Kalteng
Meski proses rekrutmen telah berjalan, kepastian sumber pendanaan gaji para pegawai masih menjadi pertanyaan. Pemerintah disebut akan melakukan penelusuran lebih lanjut agar program tetap berjalan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan. (*)
Editor : Ayu Oktaviana