KALTENGPOS.JAWAPOS.COM– Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan pemerintah kini menggandeng sejumlah platform digital yang dikenal sebagai “homeless media” sebagai mitra komunikasi pemerintah.
Kolaborasi itu dilakukan melalui wadah New Media Forum yang beranggotakan berbagai pelaku media digital dan kreator konten dengan jutaan pengikut di media sosial.
“New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media,” ujar Qodari dalam jumpa pers di kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurut Qodari, pemerintah melihat pengaruh besar media digital tersebut dalam membentuk opini publik, terutama di kalangan generasi muda.
Daftar homeless media yang disebut oleh Bakom RI:
1. Folkative: IG @folkative
2. Indozone: IG @indozone.id
3. Dagelan: IG @dagelan
4. Indomusikgram: IG @indomusikgram
5. Infipop: IG @infipop.id
6. Narasi: IG @narasinewsroom
7. Muslim Folks: IG @muslimfolks.id
8. USS Feeds: IG @ussfeeds
9. Bapak-Bapak ID: IG @bapak2id
10. Menjadi Manusia: IG @menjadimanusia.id
11. GNFI: IG @gnfi
12. Cretivox: IG @cretivox
13. Kok Bisa: IG @kokbisa
14. Taubatters: IG @taubatters
15. Pandemic Talks: IG @pandemictalks
16. Kawan Hawa: IG @kawanhawa
17. Volix: IG @volix.media
18. Ngomongin Uang: IG @ngomonginuang
19. Big Alpha: IG @bigalphaid
20. Good Stats: IG @goodstats.id
21. Hai Dudu: IG @hai.dudu
22. Proud Project: IG @proud.project
23. Vibiz: IG @vibizmedia
24. Unframed: IG @unframed.it
25. Kumpul Leaders: IG @kumpul.leaders
26. CXO Media: IG @cxomedia
27. The Maple Media: IG @themaplemedia
28. How to be Nothing: IG @htbn.id
29. Everest Media: IG @everestmedia.id
30. Geometry Media: IG @geometrymedia
31. Folks Daily
32. Dream: IG @dreamcoid
33. Melodi Alam: IG @melodi.alam
34. NKTSHI
35. Modestalk: IG @modestalk.id
36. Lead Media: IG @lead.co.id
37. Nalar TV: IG @redaksinalartv
38. Mahasiswa dan Jakarta: IG @mahasiswadanjakarta
39. Notch Plus
40. Mature Indonesia: IG @mature.idn
Ia menyebut, total pengikut platform-platform tersebut bisa mencapai ratusan juta akun dengan jumlah tayangan bulanan menyentuh miliaran views.
“Dengan realita bahwa New Media sudah punya followers yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta dengan views yang bisa mencapai angka miliaran, 4 sampai 6 miliar satu bulan, hemat kami yang terbaik adalah kita bisa engage agar membuat kualitas New Media semakin meningkat,” paparnya.
Namun langkah pemerintah menggandeng homeless media menuai sorotan dari kalangan akademisi.
Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Masduki, menilai kebijakan tersebut memiliki dua sisi yang kontradiktif.
Di satu sisi, pelibatan media digital dianggap sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap kekuatan new media dalam memengaruhi opini publik. Namun di sisi lain, kerja sama tersebut dinilai berpotensi mengancam independensi media.
Masduki mengingatkan, bantuan atau dukungan pemerintah kepada media kerap disertai kepentingan tertentu, terutama dalam membangun citra positif pemerintah.
“Jadi karena tidak ada makan siang gratis istilahnya, pemerintah memberikan dana itu biasanya kepada media tujuannya adalah propaganda ya untuk menyampaikan kegiatan-kegiatan pemerintah secara positif,” kata Masduki.
Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi intervensi pemerintah terhadap arah pemberitaan maupun konten media digital yang kini memiliki pengaruh besar di ruang publik.
Dalam jumpa pers, Qodari menyoroti bahwa sejumlah platform digital tersebut memiliki pengikut hingga puluhan bahkan ratusan juta, dengan total tayangan bulanan yang mencapai miliaran.
"Dengan realita bahwa New Media sudah punya followers yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta dengan views yang bisa mencapai angka miliaran, 4 sampai 6 miliar satu bulan, hemat kami yang terbaik adalah kita bisa engage agar membuat kualitas New Media semakin meningkat," paparnya.(*)
Editor : Agus Pramono