Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC Usai Polemik Nilai LCC Empat Pilar Kalbar

Miftahul Ilma • Selasa, 12 Mei 2026 | 18:00 WIB
Indri Wahyuni, juri yang menegaskan bahwa artikulasi peserta harus jelas.YouTube
Indri Wahyuni, juri yang menegaskan bahwa artikulasi peserta harus jelas.YouTube

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat akhirnya mendapat respons resmi dari MPR RI. 

Melalui Sekretariat Jenderal MPR RI, lembaga tersebut menyampaikan permohonan maaf sekaligus menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) yang bertugas dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Jawaban Sama, Nilai Berbeda di Lomba Empat Pilar MPR Kalbar Tuai Sorotan, Juri Buka Suara

Langkah itu diambil setelah video penilaian kontroversial pada babak final viral di media sosial dan menuai sorotan publik. Dalam video tersebut, dua tim peserta memberikan jawaban yang dinilai serupa, namun mendapat hasil penilaian berbeda dari dewan juri.

“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan MPR RI dalam unggahan Instagramnya, Selasa (12/5/2026). 

MPR RI menyebut kegiatan pendidikan kebangsaan seperti LCC Empat Pilar seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang sehat bagi peserta.

Sebagai tindak lanjut atas polemik tersebut, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI memutuskan menonaktifkan sementara dewan juri dan MC yang terlibat dalam pelaksanaan lomba tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan tersebut.

Tak hanya itu, MPR RI juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan lomba. Evaluasi mencakup mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola penyampaian keberatan saat perlombaan berlangsung.

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan ke depan semakin baik, transparan, dan akuntabel,” lanjutnya.

Sebelumnya, publik ramai menyoroti momen ketika tim peserta dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima setelah menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota BPK. 

Tak lama kemudian, tim lain memberikan jawaban yang dianggap serupa namun justru dinyatakan benar dan memperoleh nilai penuh.

Peristiwa itu memicu protes langsung dari peserta di arena lomba dan menjadi perdebatan luas di media sosial. Banyak warganet menilai keputusan juri tidak konsisten dan merugikan peserta.

MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, hingga masyarakat yang turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pendidikan kebangsaan tersebut.

“Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas,” tutup pernyataan itu.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#MPR RI #LCC Empat Pilar #SMAN 1 Pontianak #Lomba Cerdas Cermat