Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Presiden Prabowo Buka-bukaan! Ada Pejabat yang Dibina dan Diberi Jabatan, Malah Curi Uang Rakyat dan Diperiksa Aparat

Miftahul Ilma • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:45 WIB
Prabowo Subianto wacanakan kredit bunga 9 persen.
Prabowo Subianto.

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto mengaku sedih karena hampir setiap hari menerima laporan terkait pejabat yang diduga melakukan penyelewengan dan mencuri uang rakyat. 

Pernyataan keras itu disampaikan Prabowo saat berbicara soal pentingnya membersihkan aparat dan birokrasi dari praktik korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan saat peresmian Museum Ibu Marainah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). 

“Saya sedih bahwa tiap hari dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng. Orang yang saya angkat, saya bina, saya kasih kehormatan, diberi jabatan penting, begitu menjabat malah nyuri uang rakyat,” kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo bahkan membongkar momen ketika Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) datang menemuinya dalam kondisi tegang karena hendak melaporkan dugaan penyimpangan yang melibatkan orang dekat presiden.

“Kepala BPKP datang ke saya agak gemeter. Saya heran kenapa? stres dia. Karena yang dia laporkan itu beberapa orang, dekat dengan saya,” ujarnya.

Menurut Prabowo, Kepala BPKP saat itu sempat meminta arahan apakah pemeriksaan terhadap pihak-pihak tersebut perlu dilanjutkan atau tidak karena khawatir memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan.

“Dia tanya ke saya, ‘Pak, bagaimana petunjuk? Dilanjutkan atau tidak pemeriksaan?’ Saya bilang, teruskan pemeriksaan,” tegasnya.

Prabowo menegaskan dirinya tidak akan melindungi siapa pun apabila terdapat indikasi penyalahgunaan jabatan maupun korupsi, termasuk orang-orang yang selama ini dianggap dekat dengannya.

“Tidak ada mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya enggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa,” katanya.

Ia menilai pejabat yang telah diberikan kehormatan dan jabatan justru seharusnya lebih berhati-hati dalam menjalankan amanah, bukan malah merasa kebal hukum.

“Justru diberi kehormatan harus lebih hati-hati. Bukan diberi wewenang malah merasa adigang adigung, merasa di atas dan merasa negara ini bodoh,” ujarnya.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyoroti aparat yang menurutnya kerap dimanfaatkan kelompok berkepentingan tertentu untuk melindungi praktik ilegal dan merugikan rakyat.

“Aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu. Budaya ini tidak boleh kita teruskan,” kata Prabowo sambil mengetuk meja.

Presiden kemudian meminta seluruh aparat, mulai dari level tertinggi hingga terbawah, bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan menjadi pelindung penyimpangan.

“Semua aparat dari yang tertinggi sampai terendah harus mati untuk rakyat. Bukan malah menindas rakyat,” imbuhnya. (*)

Editor : Agus Pramono
#pejabat diperiksa #pejabat korupsi #prabowo subianto