KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua mulai dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Bantuan senilai Rp600 ribu untuk periode April hingga Juni 2026 itu kini mulai masuk secara bertahap ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik keluarga penerima manfaat (KPM).
Di tengah proses penyaluran tersebut, muncul kabar menggembirakan bagi sebagian masyarakat. Sejumlah KPM dilaporkan menerima bantuan ganda, yakni BPNT sekaligus Program Keluarga Harapan (PKH) dalam satu periode pencairan.
Baca Juga: Jadwal dan Penerima Bantuan Kartu Huma Betang Tahap 2 untuk Palangka Raya dan Seluruh Kabupaten
Informasi yang dihimpun dari kanal YouTube Info Bansos menyebutkan, saldo BPNT tahap 2 mulai diterima masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota dengan nominal Rp600.000 per tahap penyaluran.
Namun, pencairan saat ini masih berada pada tahap awal sehingga belum seluruh penerima mendapatkan bantuan secara bersamaan.
Proses distribusi dilakukan bertahap sesuai verifikasi data dan kesiapan bank penyalur.
Bagi masyarakat yang bantuannya belum masuk, diminta tidak panik. Sebab, sebagian data penerima masih berada dalam proses verifikasi rekening dan berpotensi masuk dalam pencairan susulan dalam beberapa hari ke depan.
Menariknya, pada tahap kedua kali ini ditemukan sejumlah penerima yang sebelumnya hanya terdaftar sebagai penerima BPNT, namun kemudian tervalidasi sebagai penerima baru PKH oleh sistem.
Kondisi tersebut membuat sebagian KPM berpeluang menerima dua jenis bantuan sekaligus. Fenomena serupa juga terjadi pada penerima PKH yang kini mendapatkan tambahan bantuan BPNT.
Perbedaan status data itulah yang menyebabkan waktu pencairan antara satu penerima dengan penerima lainnya menjadi tidak sama di sejumlah daerah.
Masyarakat yang belum menerima bantuan disarankan segera berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat untuk memastikan status pencairan melalui sistem pengecekan resmi.
Jika pada sistem muncul status “berhasil cek rekening”, maka data penerima dinyatakan telah lolos tahap verifikasi awal dari bank penyalur dan masih berpeluang menerima pencairan susulan.
Baca Juga: Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Sementara itu, pencairan PKH tahap 2 melalui KKS Bank BRI juga mulai ramai dilaporkan penerima manfaat dari berbagai daerah. Saldo bantuan disebut mulai masuk sejak malam hari secara bertahap.
Informasi tersebut menjadi kabar yang cukup dinantikan, khususnya bagi pemegang KKS BRI yang sebelumnya belum menerima pencairan ketika bank penyalur lain lebih dulu menyalurkan bantuan.
Mengutip kanal YouTube Cek Bansos pada Senin (18/5/2026), proses pencairan PKH tahap 2 melalui Bank BRI kini mulai berjalan di sejumlah wilayah.
Penerima bantuan diminta rutin mengecek saldo rekening melalui ATM BRI, aplikasi BRIMO, maupun agen bank di wilayah masing-masing untuk memastikan status pencairan terbaru.
Sejumlah penerima bahkan langsung melakukan penarikan setelah saldo bantuan masuk ke rekening KKS mereka.
Nominal bantuan yang diterima pun bervariasi, tergantung komponen PKH yang dimiliki masing-masing keluarga penerima manfaat.
Untuk komponen lanjut usia atau lansia, terdapat penerima yang menerima bantuan sebesar Rp600 ribu. Selain itu, ada pula laporan saldo masuk sebesar Rp1,19 juta yang merupakan gabungan beberapa komponen bantuan dalam satu keluarga.
Komponen anak sekolah dasar dilaporkan menerima bantuan Rp225 ribu, sedangkan komponen anak sekolah menengah atas memperoleh Rp500 ribu.
Ada juga penerima yang mendapatkan bantuan gabungan dari komponen anak SD dan balita dengan total pencairan mencapai Rp975 ribu.
Selain itu, sejumlah KPM lainnya melaporkan saldo masuk sebesar Rp750 ribu, Rp1,125 juta, hingga Rp1,145 juta sesuai data komponen bantuan yang tercatat di sistem.
“Alhamdulillah Rp1.145.000 juga tercairkan di kartu KKS Bank BRI,” ujar narator dalam kanal YouTube Cek Bansos.(*)
Editor : Ayu Oktaviana