KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Sebuah video yang menampilkan baling-baling pesawat Wings Air tampak diikat menggunakan cable ties ramai diperbincangkan di media sosial. Rekaman itu diambil oleh seorang penumpang warga negara asing saat pesawat masih berada di area bandara di Bali.
Dalam video yang beredar, kamera menyorot salah satu bilah baling-baling pesawat ATR 72-600 registrasi PK-WJJ. Penumpang tersebut kemudian menuliskan keterangan singkat yang memicu beragam reaksi dari warganet.
“That’s a cable tie holding the prop. (Itu kabel ties yang menahan baling-baling),” tulisnya dalam video tersebut, dikutip Senin (1/6/2026).
Munculnya rekaman itu membuat sebagian masyarakat mempertanyakan kondisi armada yang digunakan maskapai. Menanggapi hal tersebut, Wings Air melalui manajemen Lion Group memberikan penjelasan terkait komponen yang terlihat terikat pada baling-baling pesawat.
Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa bagian yang diikat bukanlah tanda adanya kerusakan pada baling-baling maupun komponen utama pesawat.
“Perlu kami jelaskan, komponen yang terlihat tersebut bukan merupakan indikasi kerusakan pada baling-baling pesawat. Pengikat yang tampak pada bilah baling-baling digunakan untuk mengamankan sementara salah satu lapisan pelindung (deicer) yang mengalami sedikit perubahan posisi,” katanya.
Menurutnya, deicer merupakan lapisan pelindung yang dipasang pada baling-baling untuk mendukung operasional pesawat dalam kondisi tertentu. Komponen tersebut bukan bagian utama yang berfungsi menghasilkan tenaga dorong saat pesawat terbang.
Danang menjelaskan, tindakan pemasangan pengikat sementara tersebut dilakukan sesuai prosedur teknis yang tercantum dalam Aircraft Maintenance Manual (AMM) dan dikerjakan oleh teknisi berlisensi.
“Setelah pemasangan, teknisi wajib melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh
komponen berfungsi normal serta tidak mengganggu pergerakan maupun kinerja baling-baling dan sistem pesawat secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski cable ties lebih dikenal masyarakat sebagai alat pengikat yang digunakan sehari-hari, dalam dunia penerbangan penggunaannya juga dimungkinkan sepanjang sesuai dengan ketentuan dan rekomendasi pabrikan pesawat.
“Penggunaan pengikat pada komponen tertentu dapat menjadi bagian dari prosedur perawatan yang telah ditetapkan pabrikan, dilakukan secara terukur, serta melalui proses pemeriksaan dan verifikasi yang ketat,” katanya.
Pihak maskapai memastikan seluruh armada yang beroperasi harus melewati berbagai tahapan inspeksi sebelum dinyatakan layak terbang. Pemeriksaan dilakukan secara rutin, baik sebelum keberangkatan, saat transit, maupun dalam program perawatan berkala.
Sebagai langkah lanjutan, pesawat ATR 72-600 yang muncul dalam video tersebut untuk sementara tidak dioperasikan. Armada itu sedang menjalani pemeriksaan tambahan guna memastikan seluruh komponen berada dalam kondisi optimal.
“Pesawat tidak akan dioperasikan apabila tidak memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan kelayakan udara. Setiap keputusan untuk menerbangkan pesawat didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis yang menyeluruh oleh personel yang berwenang sesuai prosedur yang berlaku,” kata Danang.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk menepis anggapan bahwa baling-baling pesawat mengalami kerusakan serius.
Wings Air menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional armadanya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana