Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Warganet Kritik Sejumlah Akun Negara yang Posting Lambang Garuda Hasil AI

Miftahul Ilma • Selasa, 2 Juni 2026 | 13:00 WIB
Akun milik Setwapres dan BRIN soal ucapan hari lahir Pancasila jadi sorotan.(Instagram)
Akun milik Setwapres dan BRIN soal ucapan hari lahir Pancasila jadi sorotan.(Instagram)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Warganet di media sosial X habis-habisan mengkritik sejumlah akun besar pada momentum Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). 

Pasalnya, akun institusi besar, termasuk akun milik lembaga pemerintah, hingga menuai kritik setelah mengunggah ilustrasi Garuda Pancasila yang diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) namun tidak sesuai dengan ketentuan lambang negara.

Dari postingan di X, akun-akun yang menjadi sorotan netizen itu seperti Setwapres, Logam Mulia, hingga Divisi Humas Polri. 

Perdebatan ramai terjadi di platform X.

Warganet menyoroti sejumlah gambar ucapan Hari Lahir Pancasila yang menampilkan bentuk Garuda dengan detail yang dinilai keliru.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah unggahan akun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam gambar tersebut, jumlah bulu pada sayap Garuda disebut tidak sesuai dengan ketentuan resmi yang telah ditetapkan sebagai simbol tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Jika dihitung, sayap Garuda dalam postingan itu berjumlah 18 helai. Sementara ketemtuan resmi adalah 17 helai. Helai bulu pada ekornya juga keliru yang memuat tujuh helai.

Padahal seharinya terdiri dari delapan helai bulu. 

“Serius dah, ini pada kenapa sih? Nggak paham lambang negara atau gimana? Dari ketiganya nggak ada yang benar, astaga,” tulis salah seorang pengguna X yang unggahannya banyak dibagikan ulang, dikutip Selasa (2/6/2026).

Tak hanya BRIN, beberapa akun perusahaan dan institusi lain juga disebut mengunggah ilustrasi serupa yang diduga dibuat menggunakan AI tanpa proses pengecekan lebih lanjut terhadap detail lambang negara.

Seiring ramainya kritik, sejumlah unggahan tersebut diketahui telah dihapus saat dipantau pada Selasa (2/6/2026) pagi.

BRIN Sampaikan Permohonan Maaf

Menanggapi polemik yang muncul, BRIN melalui akun resminya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kesalahan dalam konten yang diunggah.

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” tulis BRIN dalam pernyataan resminya dikutip di X @Brin_Indonesia, Selasa (2/6/2026). 

BRIN menyebut insiden tersebut menjadi bahan evaluasi agar proses produksi dan publikasi konten dilakukan dengan lebih teliti di masa mendatang.

“Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang,” lanjut pernyataan tersebut.

Lembaga itu juga menyatakan konten yang bermasalah telah diperbaiki sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.

Jumlah Bulu Garuda Bukan Sekadar Ornamen

Kesalahan pada ilustrasi Garuda menuai perhatian karena jumlah bulu pada lambang negara bukan sekadar elemen dekoratif. Setiap helai bulu memiliki makna historis yang merujuk pada hari lahir bangsa Indonesia.

Berdasarkan ketentuan resmi, Garuda Pancasila memiliki 17 helai bulu pada masing-masing sayap, 8 helai bulu pada ekor, 19 helai bulu pada pangkal ekor atau bawah perisai, serta 45 helai bulu pada leher. Susunan angka tersebut membentuk tanggal 17-8-1945, hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain jumlah bulu, perisai pada dada Garuda juga memuat lima simbol yang mewakili sila-sila Pancasila, yakni 

Editor : Ayu Oktaviana
#garuda pancasila #pancasila #hari lahir pancasila #BRIN #Artifical Intelligence