KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Kenaikan harga kebutuhan pokok, melemahnya nilai tukar rupiah, hingga naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi membuat beban masyarakat semakin berat pada Juni 2026.
Di tengah tekanan ekonomi tersebut, pemerintah kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) sebagai bantalan bagi keluarga kurang mampu.
Namun, di balik proses pencairan PKH, BPNT, Program Indonesia Pintar (PIP), hingga bantuan pangan, penerima diminta lebih cermat karena kesalahan data maupun pelanggaran ketentuan program dapat berujung pada penghentian bantuan.
Di tengah proses pencairan tersebut, masyarakat juga perlu memperhatikan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi status bansos dan BPJS PBI, mulai dari kendala data hingga pelanggaran ketentuan program.
1. Game Online Terlarang Dapat Memengaruhi Status Bantuan
Salah satu faktor yang disebut dapat menyebabkan penghentian bantuan sosial maupun BPJS PBI adalah keterlibatan penerima atau anggota keluarga dalam aktivitas game online terlarang yang terdeteksi dalam proses pengawasan dan pemadanan data.
2. Penggunaan Bantuan Harus Sesuai Ketentuan
Penerima bantuan diharapkan memanfaatkan dana yang diterima sesuai tujuan program. Apabila ditemukan penggunaan yang tidak sesuai ketentuan, status bantuan dapat menjadi bahan evaluasi dalam proses verifikasi berikutnya.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Harga Bawang hingga Minyak Goreng Merangkak Naik di Sampit
3. Komitmen PKH Tetap Wajib Dipenuhi
KPM PKH tetap harus memenuhi kewajiban yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan anggota keluarga. Ketidakpatuhan terhadap komitmen tersebut dapat memengaruhi keberlanjutan kepesertaan dalam program.
Kendala pencairan juga dapat terjadi akibat ketidaksesuaian data kependudukan atau masalah administrasi pada sistem penyaluran. Kondisi ini dapat menyebabkan bantuan belum tersalurkan meskipun penerima masih tercatat dalam program.
Baca Juga: Pertamax Naik, Berikut Update Harga BBM 10 Juni 2026
“Adanya kendala teknis pada proses perbankan atau ketidaksinkronan data juga dapat menyebabkan bansos gagal tersalurkan,” jelas narator melalui kanal Youtube Sukron Channel.(*)
Editor : Ayu Oktaviana