KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025 masih meninggalkan persoalan bagi masyarakat.
Enam bulan setelah kejadian, akses pendidikan bagi sebagian siswa masih terganggu karena infrastruktur penghubung belum pulih sepenuhnya.
Kondisi itu dialami murid SD Negeri Alue Lhok Aceh. Dalam video yang diunggah BBC Indonesia, Rabu (17/6/2026), mereka terpaksa harus menyeberangi sungai untuk bisa sampai ke sekolah.
Dengan semangat dan sambil tertawa, mereka tampak semangat berenang lantaran jembatan terdekat di kawasan Canggai–Jambak masih mengalami kerusakan akibat diterjang bencana.
Bagi siswa dan orang tua, perjalanan menuju sekolah kini menjadi tantangan tersendiri. Arus sungai yang terkadang deras membuat para orang tua merasa cemas, terlebih anak-anak harus melewati jalur tersebut secara rutin.
Nurmayani, salah satu orang tua murid, mengatakan warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan agar anak-anak tidak lagi harus menyeberangi sungai setiap hari.
“Harapan kami semoga jembatan yang rusak segera diperbaiki. Karena kami takut, setiap hari kami harus menyeberang sungai. Pagi kami antar (anak sekolah), siang kami jemput. Terpaksa kami seperti itu karena tidak ada jembatan,” ujarnya dalam wawancara BBC Indonesia, dikutip Kamis (18/6/2026).
Jembatan alternatif sebenarnya masih tersedia, tetapi lokasinya berada cukup jauh dari permukiman warga. Jarak yang mencapai sekitar delapan kilometer membuat akses tersebut tidak menjadi pilihan utama bagi para siswa.
Meski menghadapi risiko dalam perjalanan, para murid tetap berusaha mengikuti kegiatan belajar mengajar karena harus menjalani ujian kenaikan kelas. Pihak sekolah pun menyiapkan langkah antisipasi dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh apabila kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilalui.
Pemerintah daerah memastikan perbaikan jembatan segera dilakukan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Fadly Octora, menyebut proses perbaikan memasuki tahap persiapan.
“Proyek perbaikan jembatan akan segera ditender. Kami berharap pada Juli 2026 perbaikan jembatan sudah bisa dimulai,” katanya.
Perbaikan infrastruktur tersebut menjadi harapan warga agar aktivitas masyarakat kembali normal. (*)
Editor : Agus Pramono