Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Viral Koperasi Merah Putih di Blitar Rak Minim Barang, Susunan Barang Agak Laen

Miftahul Ilma • Selasa, 23 Juni 2026 | 16:30 WIB
Pemandangan rak di Koperasi Desa Merah Putih tampak lenggang.(Screenshoot)
Pemandangan rak di Koperasi Desa Merah Putih tampak lenggang.(Screenshoot)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Sebuah video kunjungan ke gerai Koperasi Merah Putih di Kota Blitar viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pengunjung yang baru selesai berolahraga menceritakan pengalamannya saat masuk ke lokasi koperasi yang menjadi program pemerintah itu. 

Dalam video itu, ia mengaku awalnya penasaran dengan konsep koperasi tersebut setelah melihat nama yang terpampang di salah satu kelurahan.

Baca Juga: Gaji 35 Ribu Pegawai Koperasi Dipertanyakan, Menkeu Purbaya: Saya Belum Tahu Sumber Anggarannya

“Ceritanya hari ini kita habis olahraga waktu jogging kita ngeliat ada tulisan kooperasi merah putih di salah satu kelurahan yang ada di kota Blitar. yaudah kita masuk ya karena penasaran sebenernya koperasi merah putih ini apa sih,” ucapnya dalam video tersebut dikutip Selasa (23/6/2026). 

Setelah masuk, ia menggambarkan kondisi rak-rak yang dinilai tidak terisi optimal dan beberapa produk disusun dengan jarak yang cukup renggang. Ia menyebut kesan awal yang muncul justru kebingungan terhadap konsep usaha yang dijalankan di tempat tersebut.

“Setelah masuk, shock kayak gitu.  Kenapa hampir setiap lorong ini produknya itu itu aja? direnggang-renggangin biar terlihat penuh dan banyak step rak itu kosong gak ada barangnya,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti jenis barang yang tersedia, mulai dari kebutuhan harian seperti bumbu hingga mie instan, namun menurutnya tidak menunjukkan variasi yang diharapkan dari sebuah koperasi modern.

Bahkan, ia menyinggung informasi soal LPG murah yang tidak ia temukan di lokasi.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Mampu Menyerap 800.000 Pekerja Baru

“Produk apa yang dijual seperti ini bumbu racik yang beberapa biji tapi di berjarak ya. penataannya itu berjarak kayak gitu. Gas LPG harga 16 ribu ternyata setelah masuk sini gak ada juga,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mempertanyakan konsep dan kesiapan operasional gerai tersebut, termasuk kesan promosi yang dinilai belum sejalan dengan kondisi di lapangan. Ia juga menilai isi toko tidak mencerminkan gambaran awal yang ia bayangkan.

“Kita aja yang misalkan punya toko di pinggir jalan promosi sudah, pembeli aja itu masih mikir untuk beli.  Nah ini promosinya kurang, produknya kurang lengkap, harganya juga masih jauh dari harga-harga grosir,” katanya.

Ia menyebut bahwa koperasi tersebut berbeda dari ekspektasi awalnya, yang ia kira akan menjadi wadah produk UMKM warga sekitar. Di sisi lain, ia juga menyoroti adanya tulisan apotek di area kasir yang dinilai tidak sesuai dengan isi toko.

Baca Juga: Kotim Sudah Memiliki 2 Unit Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Berikut Lokasinya

“Ada tulisannya apotik tapi gak ada yang namanya obat dijual,” ucapnya.

Video tersebut kemudian memicu beragam respons warganet di platform X. Sebagian menyoroti penataan barang hingga konsep toko yang dianggap belum rapi, sementara lainnya mempertanyakan sistem pembayaran yang digunakan.

“toko” kalo mau bangkrut bentukannya persis kek gini,” tulis salah satu pengguna.

“Kenapa barangnya berjauhan gitu kek musuhan,” tulis warganet lainnya.

Sorotan juga muncul terkait tulisan cash only yang disebut tidak dipahami sebagian pengunjung, terutama kalangan orang tua. 

“Mana di kasir tulisannya cash only which is orang desa gak semuanya ngerti cash only itu artinya apa, terlebih orang tua boomer yg belanja ke situ mana ngerti,” tulis akun lainnya.

Ada pula warganet yang membandingkan kondisi tersebut dengan warung lain, serta berharap ada pihak yang melakukan pembelian besar untuk melihat sistem restok barang. 

“Mending warung madura dah. Coba lah ada yg bikin konten borong kdmp, penasaran kalo barangnya abis direstock apa engga,” tulis komentar lain.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#lpg #umkm #Koperasi Merah Putih