Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Bareskrim Turun Tangan Usai Tragedi Penggerebekan Narkoba di Katingan, Operasi Narkoba Akan Dievaluasi Total

Agus Pramono • Kamis, 2 Juli 2026 | 21:20 WIB
Lokasi penggerebekan narkoba di Tumbang Kalemei.(Humas)
Lokasi penggerebekan narkoba di Tumbang Kalemei.(Humas)

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memberikan perhatian penuh terhadap insiden berdarah yang terjadi saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. 

Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur, sementara dua personel lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk memberikan dukungan penuh kepada Polres Katingan dan Polda Kalimantan Tengah, baik dalam proses pencarian anggota yang hilang maupun pengamanan wilayah dan pengungkapan kasus tersebut.

"Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," ujar Brigjen Eko dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Selain fokus pada proses pencarian, tim gabungan juga terus mengamankan lokasi kejadian serta mendalami keterlibatan para pelaku yang diduga menyerang petugas saat operasi penindakan narkotika berlangsung.

Brigjen Eko juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra yang meninggal saat menjalankan tugas negara memberantas peredaran narkotika.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.

Menurutnya, insiden tersebut menjadi evaluasi penting bagi setiap pelaksanaan operasi pemberantasan narkotika agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

"Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika," tegasnya dikutip dari detikdotcom.

 

Kronologi Peristiwa

Seperti diberitakan sebelumnya, operasi penangkapan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei bermula dari tindak lanjut laporan masyarakat terkait maraknya peredaran narkotika di wilayah tersebut. 

Tim Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin Kasatresnarkoba AKP Affan Efendi Batubara berangkat pada Rabu (1/7/2026) malam dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB.

Personel kemudian dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas melakukan penyergapan ke rumah target operasi berinisial BIO yang diduga merupakan bandar sabu sekaligus residivis narkotika, sedangkan tim kedua bersiaga di sekitar SMPN setempat.

Operasi awalnya berjalan sesuai rencana setelah BIO berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika petugas mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang membawa senjata tajam. 

Aiptu Sumariyanto sempat melepaskan tembakan peringatan, tetapi tidak dihiraukan sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

Seorang pria bernama Teriyo (40) yang disebut menyerang petugas akhirnya meninggal dunia akibat tembakan tersebut.

Kematian Teriyo memicu kemarahan keluarga dan warga. Puluhan orang kemudian mengepung petugas dengan membawa parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan. Dalam kondisi kalah jumlah, personel meminta bantuan ke Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah sebelum memutuskan mundur menyelamatkan diri.

Sebagian anggota berenang menyeberangi sungai menuju pulau kecil untuk menghindari kejaran massa. 

Namun derasnya arus membuat Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana kelelahan di tengah sungai. Lima personel lainnya berhasil mencapai daratan dan bersembunyi di kawasan hutan.

Hingga proses evakuasi dilakukan, Aipda Yudhie ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah lanting. 

Sementara Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan melalui penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Saat ini aparat gabungan masih melakukan pengamanan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi gangguan keamanan sekaligus memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel kepolisian.

Kasus ini masih dalam penanganan intensif. Kepolisian memastikan proses pencarian dua anggota yang hilang, pengungkapan jaringan narkotika, serta penindakan terhadap para pelaku penyerangan akan dilakukan hingga tuntas.(*)

Editor : Agus Pramono
#penggerebekan narkoba katingan #polisi gugur #tumbang kalemei #narkoba katingan #bareskrim polri