KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Insiden berdarah yang menewaskan seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, memicu respons tegas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Seluruh jajaran kepolisian diperintahkan untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap bandar maupun gembong narkotika yang melakukan perlawanan saat proses penegakan hukum.
Instruksi itu disampaikan setelah operasi penangkapan di Kabupaten Katingan berakhir tragis. Dalam peristiwa tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur ketika menjalankan tugas, sementara dua personel lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian setelah dilaporkan hilang saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan massa.
Kapolri menegaskan keselamatan petugas dan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap operasi pemberantasan narkoba. Karena itu, tindakan tegas dinilai diperlukan apabila aparat menghadapi pelaku yang membahayakan nyawa saat proses penindakan berlangsung.
“Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Sigit, jaringan peredaran narkotika bukan sekadar pelaku tindak pidana biasa, melainkan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Oleh sebab itu, pemberantasan terhadap bandar narkoba harus dilakukan secara maksimal agar kerusakan yang ditimbulkan tidak semakin meluas.
“Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa,” jelasnya.
Kapolri juga mengingatkan Indonesia tengah memasuki fase penting menuju bonus demografi. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijaga agar tidak dirusak oleh peredaran narkotika yang menyasar generasi muda.
“Dalam menghadapi momentum bonus demografi yang harus betul-betul kita jaga bersama,” tuturnya.
Perintah tersebut menjadi penegasan sikap Polri setelah tragedi di Katingan yang menyita perhatian publik. Selain menyebabkan gugurnya seorang anggota kepolisian, operasi tersebut juga diwarnai perlawanan massa terhadap petugas.
Hingga kini pencarian dua personel yang belum ditemukan masih dilakukan. Polri memastikan upaya penegakan hukum terhadap jaringan narkoba akan terus dilanjutkan dengan dukungan personel tambahan di lapangan. (*)
Editor : Ayu Oktaviana