KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Twibbon Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) milik salah satu SMK di Denpasar, Bali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah foto siswa baru yang dinilai mengenakan pakaian terlalu terbuka memicu kritik dari warganet.
Berbagai komentar bermunculan setelah unggahan twibbon tersebut tersebar luas. Sebagian warganet mempertanyakan bagaimana foto-foto tersebut dapat lolos dan digunakan dalam twibbon resmi sekolah.
“Zuzur janggal. Sekolahnya ga ada masalah ini kayak bgni?” tulis salah seorang warganet di X, dikutip Senin (13/7/2026).
Komentar lain menilai sekolah semestinya lebih selektif dalam menyaring foto yang akan digunakan sebagai bagian dari kegiatan resmi MPLS.
“Bukannya adu otak malah adu body, apa ini asli? Sekarang sekolah bahkan ada yg menormalisasikan ini, tapi asli ini sangat meresahkan dunia pendidikan, harus ada yg melakukan perubahan kalau ini asli,” tulis akun lainnya.
Sorotan serupa juga datang dari warganet yang mempertanyakan standar pengawasan pihak sekolah terhadap materi publikasi resmi.
“Sudah janggal dari awal. Kalo sekolah sampai membiarkan foto kayak gini, standar mereka patut dipertanyakan,” tulis seorang pengguna media sosial.
Baca Juga: SD Islam Darussalam Palangka Raya Sambut 64 Murid Baru Dengan Lawang Sakepeng pada Hari Pertama MPLS
Ada pula yang menganggap polemik tersebut bisa menjadi pembelajaran mengenai etika bermedia sosial dan pentingnya menjaga jejak digital siswa.
“Memang agak janggal ya, apalagi ini twibbon resmi buat MPLS sekolah. Sekolah sebaiknya kasih panduan atau filter dulu foto yang boleh dipakai di twibbon mereka, biar sesuai dengan image sekolah dan usia siswanya. Ini bisa jadi pelajaran buat siswa juga soal digital footprint dan etika berfoto di medsos,” tulis komentar lainnya.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati, mengatakan pihak sekolah telah melakukan penelusuran internal. Sejumlah siswi yang fotonya menjadi sorotan telah diminta mengganti foto dan akan mendapatkan pembinaan.
“Memang ada beberapa siswi itu yang (bertanya) ‘kenapa emang ada ya aturannya?’ Seperti itu, ‘emang ada ini kalau seandainya saya nggak ganti seperti itu’. Jadi memang ini akan kami lakukan pemanggilan,” ujar Nuning, dikutip dari detikcom, Senin (13/7/2026).
Baca Juga: MPLS Tak Hanya Kenalan Dengan Guru, tapi Melatih Murid Mandiri dan Berkarakter
Ia menjelaskan, sebelum MPLS dimulai panitia sebenarnya telah memberikan contoh pembuatan twibbon beserta panduan berpakaian yang sopan, seperti mengenakan seragam sekolah lama, kebaya, atau pakaian lain yang tertutup.
“Kalau seandainya memang nanti sore (belum diganti) kami akan evaluasi lagi. Kalau masih kan kami adakan pemanggilan,” katanya.
Selain itu, sekolah juga masih menelusuri identitas salah satu akun yang fotonya viral karena belum dapat dipastikan merupakan peserta didik di SMK PGRI 5 Denpasar. Nuning menambahkan, salah satu materi MPLS tahun ini adalah edukasi mengenai etika bermedia sosial agar siswa lebih bijak dalam menggunakan platform digital.
“Harapannya ya, semoga ini MPLS berjalan dengan baik, lancar, rapi, sesuai dengan apa yang kita inginkan,” tandasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana