KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kasus yang menyeret nama food vlogger asal Korea Selatan, Kelly Korea, kembali menjadi sorotan publik setelah video lama yang direkam pada 2024 viral di media sosial. Dalam video tersebut, Kelly diduga menjadi korban pelecehan seksual verbal saat sedang membuat konten kuliner di Indonesia.
Rekaman itu memperlihatkan Kelly sedang menikmati makanan sambil merekam video. Di belakangnya tampak seorang pria yang kemudian disebut sebagai Eko Minsya, diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan mencium area ketiak Kelly. Potongan video tersebut kembali ramai dibagikan warganet dan memicu gelombang kecaman.
Menanggapi viralnya kembali video tersebut, Eko Minsya memberikan klarifikasi melalui akun Threads pribadinya. Ia mengakui pria dalam video itu adalah dirinya dan menyatakan peristiwa tersebut memang terjadi pada 2024.
“Sebelumnya, saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di Threads belakangan ini,” tulis Eko dikutip, Selasa (14/7/2026).
Ia mengatakan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Kelly pada 2024 melalui akun Twitter miliknya, sekaligus melakukan komunikasi langsung melalui pesan pribadi sebagai bagian dari penyelesaian persoalan tersebut.
“Peristiwa dalam video itu merupakan kejadian yang terjadi pada tahun 2024 dan melibatkan Kelly. Saya sepenuhnya menyadari bahwa rekam jejak digital tidak akan hilang dan saya tidak bisa menghapus apa yang telah terjadi,” ungkapnya.
Menurut Eko, video tersebut kembali beredar setelah diunggah melalui sebuah utas yang disebutnya berasal dari mantan pasangannya. Meski demikian, ia mengaku memahami perhatian publik yang kembali muncul atas kejadian tersebut dan tidak berusaha menghindari tanggung jawab.
“Oleh karena itu, saya kembali menyampaikan permohonan maaf kepada Kelly dan kepada seluruh pihak yang merasa kecewa atau terganggu akibat kejadian ini. Saya tidak bermaksud menghindari tanggung jawab ataupun mencari pembenaran,” tulisnya.
Ia juga menegaskan menerima kritik yang datang dari masyarakat dan menganggap peristiwa tersebut sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.
“Saya menerima bahwa apa yang pernah saya lakukan menjadi bagian dari rekam jejak saya, dan saya menjadikannya sebagai pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” lanjutnya.
Di tengah ramainya perbincangan, manajemen restoran MakanQ turut mengeluarkan pernyataan resmi. Restoran tersebut memastikan Eko Minsya tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan.
“Menanggapi isu dan situasi yang tengah berkembang, kami dari manajemen MakanQ ingin menyampaikan informasi bahwa mulai hari ini, saudara Eko Minsya sudah tidak lagi menjadi bagian dari MakanQ,” tulis manajemen.
Pihak restoran juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pihak dan pelanggan setia atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Situasi ini menjadi evaluasi besar bagi kami untuk terus berbenah dan menjaga nilai-nilai yang kami yakini,” demikian pernyataan MakanQ. (*)
Editor : Ayu Oktaviana