Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Hotman Paris Buka-bukaan Alasan Dirinya Bela Febri Adriansyah 

Miftahul Ilma • Sabtu, 18 Juli 2026 | 13:40 WIB
Hotman Paris jadi pengacara Febrie Adriansyah.(YouTube)
Hotman Paris jadi pengacara Febrie Adriansyah.(YouTube)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengungkap alasan di balik kesediaannya menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febri Adriansyah. 

Menurutnya, keputusan itu tidak didasari kepentingan finansial, melainkan karena merasa terpanggil melihat proses hukum yang menimpa Febrie.

Baca Juga: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Polri Limpahkan 3 Kasus Korupsi ke Kejagung

Hotman menegaskan dirinya tidak mengharapkan bayaran dari kliennya tersebut. Ia mengaku selama ini juga kerap memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma dengan menggunakan dana pribadi.

“Saya tidak mengharapkan uang dari dia karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Tarif saya super mahal di Indonesia. Selama ini banyak bantuan hukum yang saya kasih menggunakan uang saya sendiri,” ujarnya mengutip dari Youtube, Sabtu (18/7/2026).

Ia mengatakan, keputusannya menerima permintaan menjadi kuasa hukum Febri juga dipicu oleh kejanggalan yang menurutnya muncul dalam penanganan perkara tersebut. 

Hotman mempertanyakan logika seorang bawahan Presiden diproses hukum dengan cara yang dinilainya justru mempermalukan sosok yang selama ini menjadi kebanggaan. Sebab semasa menjabat sebagai Jampidsus, Febri dianggap berkontribusi besar terhadap penerimaan negara.

Baca Juga: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

“Di mana logikanya seorang bawahan Presiden justru mempermalukan bawahan lain yang menjadi kebanggaan Presiden, yang telah menyumbangkan uang kepada negara ratusan triliun rupiah. Dengan cara seperti ini, tanpa diperiksa saksi langsung,” katanya.

Menurut Hotman, proses hukum terhadap Febrie telah mencapai tujuan tertentu karena berujung pada pengunduran diri kliennya. Meski demikian, ia menegaskan proses hukum masih akan terus berjalan.

“Memang tujuannya sudah terkabul, akhirnya dia mundur, sudah menang. Tapi hukum akan berjalan terus. Itu background saya,” ucapnya.

Hotman juga mengaku tidak rela melihat apa yang disebutnya sebagai marwah Presiden ikut terdampak. Ia mengingatkan bahwa Presiden sebelumnya beberapa kali menyampaikan apresiasi terhadap capaian tim yang berhasil meningkatkan penerimaan negara.

“Saya tidak rela marwah Bapak Presiden. Selama saya diopname, saya berpikir kok Presiden digituin. Padahal banyak video Presiden membanggakan hasil temuan tim tersebut. Kok bisa orang yang menjadi tangan kanannya dipermalukan begitu saja,” tuturnya.

Baca Juga: Hotman Paris Resmi Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Datangi Kejagung Cek Status Pemanggilan

Selain itu, Hotman membantah tudingan bahwa dirinya menangani perkara tersebut demi mencari popularitas ataupun keuntungan. Ia menegaskan telah berkecukupan secara finansial sehingga tidak memiliki kepentingan materi dalam menerima perkara itu.

“Jangan tanya saya cari muka. Saya tidak butuh uang lagi, saya sudah kaya raya,” tegasnya.

Baca Juga: Jampidsus Febrie Akui Rumah di Sentul Miliknya, Puluhan Kilogram Emas dan Uang Ada Pemiliknya

Di akhir pernyataannya, Hotman juga menyampaikan kritik terhadap proses hukum yang menjerat Febri. Menurutnya, terdapat pelanggaran terhadap ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Orang melanggar KUHAP. Kalau ada yang mengatakan itu tidak melanggar KUHAP, ayo kita sama-sama robek gelar sarjana hukum kita,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
Febrie Adriansyah hotman paris jampidsus