Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun Jadi 51,1 Persen

Agus Pramono • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:18 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto. @kemensetneg.ri
Presiden RI Prabowo Subianto. @kemensetneg.ri

 
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM– Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan dalam sembilan bulan terakhir. Berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo kini berada di angka 51,1 persen.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 30,1 poin persentase dibandingkan hasil survei SMRC pada November 2025. Saat itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat mencapai 81,2 persen.

Hasil tersebut merupakan bagian dari survei bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden yang dilaksanakan SMRC pada 5–19 Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tidak terjadi tanpa sebab. Menurutnya, perubahan tersebut berjalan beriringan dengan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum di Indonesia

Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo.

“Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” kata Deni Irvani, dikutip Senin (27/7/2026).

Survei tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Pada November 2025, responden yang mengaku tidak puas berada di angka 16 persen. Sementara dalam survei terbaru, angka tersebut meningkat menjadi 46,9 persen.

Jika dirinci, sebanyak 4,8 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Kemudian, 46,3 persen responden mengaku cukup puas.

Baca Juga: Prabowo Diminta Evaluasi Kembali Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit

Sementara itu, 35 persen responden menyatakan kurang puas dan 11,9 persen mengaku tidak puas sama sekali. Adapun 2,1 persen responden memilih tidak menjawab atau tidak mengetahui.

Deni menilai perubahan tingkat kepuasan publik tersebut memiliki keterkaitan erat dengan merosotnya sentimen positif masyarakat terhadap sejumlah kondisi nasional.

Menurutnya, persepsi publik terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum menjadi faktor yang turut memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo.

“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” pungkasnya.

Survei SMRC ini dilakukan pada 5–19 Juli 2026 dengan populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sebanyak 749 responden dipilih secara acak melalui metode random sampling.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan metode telepon dan tatap muka. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen.(*)

 

Editor : Agus Pramono
kepuasan publik kinerja prabowo kinerja prabowo kinerja prabowo turun prabowo subianto