Newport Minta Maaf soal Video Hafal Ayat Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Klarifikasi booth Newport
Klarifikasi booth Newport

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Newport menyampaikan permintaan maaf kepada umat Muslim dan masyarakat Indonesia setelah beredarnya video aktivitas di booth Newport dalam gelaran The Sounds Project, Minggu (9/8/2026). 

Dalam video yang beredar, terlihat adanya aktivitas berupa tantangan menghafal ayat Al-Qur’an yang dikaitkan dengan pemberian minuman keras sebagai hadiah. Peristiwa tersebut kemudian memicu kegaduhan di media sosial karena dinilai tidak sesuai dengan sensitivitas dan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat. 

Baca Juga: Promosi Miras Newport Pakai Tantangan Hafal Al Quran Tuai Kecaman, Dinilai Lecehkan Agama

Perusahaan mengakui terdapat kelemahan pengawasan di lokasi hingga aktivitas yang dinilai tidak menghormati nilai agama tersebut dapat terjadi. 

Dalam klarifikasinya, Direktur Newport Handoko Sasongko mengatakan pihaknya menyesalkan munculnya kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, serta kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi,” kata Handoko dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (12/8/2026).

Handoko menegaskan, aktivitas yang terekam dalam video tersebut bukan bagian dari program, konsep promosi, maupun challenge yang dibuat atau direncanakan Newport. Menurut dia, aktivitas itu muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di area booth.

Meski demikian, Newport mengakui kejadian tersebut semestinya dapat dicegah maupun dihentikan lebih cepat. Perusahaan menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pengunjung di lokasi, termasuk ketika seseorang dapat mengambil alih mikrofon yang digunakan oleh pembawa acara.

“Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi,” ujarnya.

Newport menyatakan menghormati nilai-nilai agama dan sensitivitas yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Karena itu, kejadian tersebut disebut menjadi bahan evaluasi internal bagi perusahaan.

Sebagai tindak lanjut, Newport mengaku telah mengambil tindakan terhadap personel terkait. Perusahaan juga memperkuat arahan dan prosedur kepada seluruh tim maupun mitra yang terlibat dalam kegiatan di lapangan.

“Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat,” kata Handoko.

Standar tersebut nantinya akan menempatkan penghormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan Newport. Manajemen juga menegaskan komitmennya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Manajemen Newport berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa mendatang,” imbuhnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
the sounds project Newport minuman keras