KALTENGPOS.JAWAPOS.COM– Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.582 kapal ikan modern pada 2027 sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan dan mengoptimalkan potensi ekonomi laut Indonesia.
Target tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan, pemerintah telah membangun 100 kampung nelayan. Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat sektor kelautan agar laut Indonesia benar-benar menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat, khususnya nelayan.
Baca Juga: Pidato Kenegaraan, Prabowo Klaim Indonesia Swasembada 8 Komoditas dan Harga Pupuk Turun 20 Persen
"Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan kita," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, potensi sektor perikanan Indonesia mencapai sekitar **34 miliar dolar AS**. Namun, ia menyebut baru sekitar lima persen potensi tersebut yang dinikmati Indonesia, sementara sebagian lainnya diambil kapal-kapal asing secara ilegal.
"Perikanan kita sekitar 34 miliar dolar, baru 5 persen yang kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita," katanya.
Prabowo menilai kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi ekonomi laut yang belum dimanfaatkan secara optimal.
"Bayangkan berapa yang hilang," tegasnya.
Target Ribuan Kapal Ikan Modern
Untuk meningkatkan produktivitas nelayan, pemerintah mulai mendorong pembangunan kapal ikan modern. Prabowo menyebut kebutuhan kapal tersebut mencapai belasan ribu unit.
Ia mengakui pembangunan kapal dalam jumlah besar merupakan tantangan berat. Namun, pemerintah akan memulainya secara bertahap.
"Tahun 2027, kita targetkan 1.582 kapal ikan modern," ujarnya.
Menurut Prabowo, pembangunan kapal ikan modern diharapkan dapat meningkatkan kemampuan nelayan Indonesia dalam mengelola sumber daya laut sekaligus memperkuat industri perikanan nasional.
Baca Juga: Prabowo Bakal Bawa Kejutan saat Pidato Kenegaraan Hari Ini, 8 Isu Jadi Sorotan, Tonton Secara Utuh
Koperasi Desa Merah Putih Diperkuat
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari strategi pemerintah menguasai rantai pasok dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Prabowo menyebut sekitar 3.300 koperasi desa/kelurahan Merah Putih ditargetkan dapat berjalan optimal. Sementara itu, target yang lebih besar diarahkan agar 30 ribu koperasi sudah berdiri pada akhir 2026.
"Negara akan menguasai rantai pasok sendiri," kata Prabowo.
Ia menegaskan pemerintah tidak bermaksud memusuhi mekanisme pasar. Namun, menurutnya, pasar dapat dimanipulasi dan diatur sehingga masyarakat perlu memiliki kekuatan ekonomi melalui koperasi.
"Kita tidak anti pasar, tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa diatur," ujarnya.
Karena itu, pemerintah akan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui koperasi yang diperkuat dan diberdayakan.
Prabowo juga menyampaikan bahwa barang-barang subsidi pemerintah nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi masyarakat dalam rantai pasok sekaligus memastikan manfaat program pemerintah dapat diterima langsung oleh rakyat.(*)
Editor : Agus Pramono