KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan tingginya ritme kerja pemerintahannya.
Dalam 21 bulan masa pemerintahan, ia menyebut jajaran pemerintah rata-rata menetapkan satu kebijakan transformatif setiap lima hari.
Menurut Prabowo, cepatnya pengambilan kebijakan tersebut tidak terlepas dari kerja keras para menteri dan seluruh pembantu pemerintah dalam menjalankan tugas yang diberikan kepada mereka.
Baca Juga: Prabowo Semprot Kapolri dan Panglima soal 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung
Bahkan, beban kerja tersebut bahkan disebut membuat sejumlah menteri dan pembantunya mengalami gangguan kesehatan.
“Kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Di balik intensitas tersebut, Prabowo mengungkap sejumlah pembantunya mengalami kelelahan berat. Bahkan, beberapa di antaranya harus mendapatkan penanganan di rumah sakit selama menjalankan tugas pemerintahan.
“Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang operasi. Banyak yang kecapean,” katanya.
Prabowo menyadari beban kerja yang tinggi perlu diimbangi dengan waktu pemulihan. Karena itu, ia berencana memberikan kesempatan istirahat yang lebih banyak kepada jajaran pembantunya pada sisa masa pemerintahan.
Namun, rencana tersebut justru direspons dengan candaan oleh para pembantunya. Prabowo mengatakan mereka menganggap janji untuk menambah waktu istirahat itu masih sebatas ucapan.
Baca Juga: Prabowo Sebut Perikanan Indonesia Baru 5 Persen Dinikmati dari Potensi 34 Miliar Dollar
Meski demikian, kepala negara menilai kerja keras jajaran pemerintah merupakan konsekuensi dari amanah yang diberikan masyarakat. Ia menegaskan tanggung jawab tersebut harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
“Yang ingin saya sampaikan, kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat,” imbuhnya. (*)
Editor : Agus Pramono