Statemen Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Soal HAARP dan Erupsi 6 Gunung Bikin Publik Geleng Kepala

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:30 WIB
Ulta Levenia Nababan tuai kontroversi.(Instagram)
Ulta Levenia Nababan tuai kontroversi.(Instagram)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan yang mengaitkan rangkaian erupsi enam gunung api di Indonesia dengan proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) memicu sorotan publik.

Alih-alih memberikan penjelasan berbasis data kebencanaan, Ulta justru membuka kemungkinan bahwa rangkaian bencana tersebut berkaitan dengan faktor lain. Termasuk teori konspirasi mengenai HAARP.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Berjam-jam, Dentuman Terdengar hingga Bandung

Melalui akun Instagram @leveenia, Ulta mengaku dirinya memang skeptis terhadap penjelasan yang dianggap terlalu lumrah. Ia bahkan menyadari pandangannya tersebut berpotensi dianggap sebagai teori konspirasi.

“HAARP ini sering dikaitkan dengan teori konspirasi karena memang awalnya didanai oleh US Air Force, US Navy dan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency). Walau tdk ada bukti ilmiah, tapi banyak spekulasi bahwa Project HAARP bisa mengendalikan cuaca, membuat badai hingga gempa bumi,” tulis Ulta dikutip Selasa, (8/9/2026). 

Ia kemudian mempertanyakan momentum erupsi enam gunung api yang terjadi dalam periode berdekatan. Ulta juga menghubungkan fenomena tersebut dengan pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok.

“Walau gak ada bukti ilmiah yg kredible, tapi otak skeptis pasti berfikir atau setidaknya entertain pemikiran, ‘Kenapa sehari setelah Presiden RI bersalaman mesra dg Putin di Vladivostok, 6 Gunung Vulkanik Indonesia Erupsi secara bersamaan?’” tulisnya.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Hentikan Operasional Sejumlah Bandara Pada Hari Ini, Berikut Daftarnya

Dalam cuplikan video yang ia uanggah, Ulta juga menceritakan pandangannya mengenai kejadian gempa di Turki dan China yang menurutnya pernah terjadi ketika kedua negara tersebut mengalami gesekan dengan Amerika Serikat.

“Iya. Terus juga… ini pasti bakal… pasti bakal dibilang gila nih. Tapi dulu pernah di Turki. Di Turki sama di Cina itu mereka lagi ada semacam gesekan sama Amerika,” ujarnya.

“Terus, lu bisa cek deh itu di berita. Terus beberapa hari kemudian, gempa. Di Cina sama di Turki itu, itu ada,” lanjutnya.

Ia mengaku pernah berdiskusi dengan rekannya karena melihat adanya pola yang menurutnya aneh.

“Gua sempat ngobrol sama temen gua tuh, ‘Ini tuh kayak ini ya, kok bisa kayak begini ya?’” katanya.

Ulta kemudian menyebut berbagai fenomena di Indonesia, termasuk Aceh, Papua dan Kalimantan, sebelum mengaitkannya dengan sebuah film yang menurutnya merangkum berbagai keanehan tersebut.

Baca Juga: Penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit Masih Terganggu Akibat Erupsi Anak Krakatau

“Sehingga gua agak… mungkin sekitar 73,5 persen gua kayak, ‘Wah, ini pasti ada yang mengorkestrasi deh,’ gitu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sontak menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sejumlah publik figur bahkan melontarkan komentar bernada sindiran.

Aktris Luna Maya, misalnya, menanggapi dengan pertanyaan singkat yang menyinggung kondisi geografis Indonesia.

“Pernah denger nggak ya, ada namanya ring of fire?” tulis Luna Maya.

Sementara komedian Ernest Prakasa memberikan komentar bernada satir.

“Akita butuh bantuan Dr Strange dan Avengers,” tulis Ernest.

Komentar lain juga datang dari akun Guyon Waton Official yang secara terang-terangan mengkritik pernyataan tersebut.

Baca Juga: Demo Jakarta Hari Ini, 4 Kelompok Besar Beda Tuntutan: Adili Prabowo Gibran sampai Dukung MBG

“Mbak ini bener deh, bener-bener ngawur,” tulis akun tersebut.

Komentar serupa juga bermunculan dari warganet. Sebagian mempertanyakan dasar ilmiah dari dugaan HAARP yang dikaitkan dengan aktivitas gunung api.

Bertentangan dengan Penjelasan Ilmiah

Di tengah ramainya pernyataan tersebut, sejumlah laporan dan penjelasan ilmiah justru menyebut tidak ada bukti kredibel yang menghubungkan HAARP dengan erupsi gunung api.

HAARP merupakan fasilitas penelitian ionosfer yang menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Klaim bahwa fasilitas tersebut dapat memicu gempa atau erupsi gunung api tidak memiliki dukungan ilmiah yang kuat.

Indonesia sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan memiliki banyak gunung api aktif. Kondisi tersebut memungkinkan sejumlah gunung mengalami aktivitas vulkanik dalam periode yang berdekatan tanpa menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat dengan teknologi tertentu.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Berjam-jam, Dentuman Terdengar hingga Bandung

Enam gunung yang ramai dibahas dalam konteks pernyataan tersebut adalah Gunung Ibu di Maluku Utara, Semeru di Jawa Timur, Lewotobi Laki-laki dan Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Sinabung di Sumatera Utara.

Karena itu, dugaan keterkaitan HAARP dengan erupsi tersebut hingga kini tetap berada pada ranah spekulasi dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta.

Pernyataan Ulta pun menjadi sorotan karena disampaikan oleh seorang pejabat di lingkungan KSP. Perbedaan antara sikap skeptis, dugaan pribadi dan kesimpulan berbasis bukti ilmiah menjadi perhatian publik dalam polemik tersebut. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
ulta levenia nababan HAARP teori konspirasi vladimir putin