Murid SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng dari Menu MBG

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:05 WIB
Seorang bocah berusia 9 tahun meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng.(Facebook)
Seorang bocah berusia 9 tahun meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng.(Facebook)

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Seorang bocah berusia 9 tahun meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng saat berada di sekolah. Kelengkeng yang dimakan korban merupakan salah satu menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Korban berinisial RAP, murid kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Peristiwa tersebut berlangsung pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 07.40 WIB.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP M Prenanta Al Ghazali mengatakan insiden bermula ketika RAP memakan kelengkeng di dalam ruang kelas. Saat itu, korban disebut tengah bermain dan berlari-larian.

“Jadi sewaktu korban makan buah kelengkeng yang merupakan menu MBG di ruang kelas 3, korban sambil bermain lari-larian kemudian tersedak,” katanya mengutip Detik Sumbagsel.

Setelah tersedak, RAP keluar dari kelas bersama temannya, Davin. Korban kemudian memegang bagian leher dan meminta pertolongan kepada penjaga sekolah bernama Ahmad Surahman.

Ahmad berusaha membantu dengan menepuk punggung RAP. Namun, pertolongan tersebut belum membuat kondisi korban kembali membaik.

Pihak sekolah kemudian memindahkan RAP ke ruang kepala sekolah. Guru bersama pihak sekolah memberikan pertolongan sebelum korban akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan.

Menurut keterangan polisi, RAP sempat memuntahkan sebagian makanan yang telah dikonsumsi. Namun, kelengkeng yang diduga menyumbat saluran pernapasan korban tidak ikut keluar.

“Korban sempat memuntahkan sisa makanan, namun buah kelengkeng yang tertelan tidak keluar,” ujar Prenanta.

Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Poncowarno. Karena memerlukan penanganan lebih lanjut, RAP kemudian dirujuk ke RS Kartini.

Sesampainya di rumah sakit, RAP langsung dibawa ke ruang unit gawat darurat (UGD). Setelah diperiksa petugas medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Sesampainya di ruang UGD dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Prenanta.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengusut rangkaian kejadian hingga RAP mengalami tersedak dan meninggal dunia.

Untuk memastikan kondisi jenazah, polisi sempat membuka kemungkinan dilakukan autopsi. Namun, keluarga korban menolak pemeriksaan tersebut.

“Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Sehingga, korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dilakukan pemakaman,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
tersedak kelengkeng murid sd meninggal sdn 03 poncowarno Mbg lampung