
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Sosok yang datang ke rumah Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal sebagai Purnomo Polisi Baik ternyata bukan petugas pajak.
Purnomo meluruskan bahwa orang tersebut merupakan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) yang datang membawa surat tugas untuk melakukan pendataan.
Baca Juga: Penghasilan Dipertanyakan, Ipda Purnomo Tutup Monetisasi YouTube
Klarifikasi itu disampaikan Purnomo melalui Instagram pribadinya setelah sebelumnya kedatangan petugas ke rumahnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia menegaskan, kedatangan petugas BPS tidak berkaitan dengan pemeriksaan pajak maupun penghasilan dari kanal YouTube miliknya, Purnomo Belajar Baik.
“Saya sampaikan hari ini bahwasanya yang datang ke rumah saya adalah petugas BPS. Dan saya sampaikan, kita harus mendukung semua program pemerintah,” katanya dikutip Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, petugas BPS yang datang juga membawa surat tugas. Namun, dalam surat tersebut tidak tercantum namanya. Purnomo menduga dirinya menjadi salah satu warga yang dipilih secara acak untuk pendataan.
“Petugas itu datang ke tempat saya membawa surat tugas, namun tidak ada nama saya. Jadi mungkin dipilih secara random,” ujarnya.
Purnomo mengatakan, persoalan tersebut kemudian telah diklarifikasi melalui pertemuan di Polres Lamongan. Dari pertemuan itu, ia mendapat penjelasan bahwa data yang dikumpulkan petugas BPS tidak berkaitan dengan urusan perpajakan.
“Pertemuan di Polres Lamongan tadi menyampaikan bahwasanya semua data yang sudah kita berikan kepada tim BPS tidak ada kaitannya dengan pajak,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat tidak khawatir ketika didatangi petugas BPS sepanjang pendataan dilakukan sesuai tugas yang diberikan. Menurutnya, masyarakat justru perlu membantu dengan memberikan data yang sebenarnya dibutuhkan.
“Kita dukung teman-teman BPS untuk mendapatkan data riil,” katanya.
Purnomo juga menegaskan dirinya merupakan wajib pajak yang selama ini menjalankan kewajibannya. Sebagai anggota kepolisian, ia merasa perlu memberikan contoh kepada masyarakat untuk taat membayar pajak.
“Alhamdulillah, saya wajib pajak dan saya taat dan selalu bayar pajak. Saya anggota kepolisian harus memberikan contoh wajib taat pajak,” tegasnya.
Ia juga mengungkap perkembangan terbaru terkait kanal YouTube Purnomo Belajar Baik. Dirinya mengatakan mulai 1 Oktober rekening yang digunakan untuk kanal tersebut telah diganti dan diarahkan untuk mendukung kegiatan sosial.
“Kejadian kemarin menjadi salah satu pendorong saya untuk meluruskan dan menjaga niat saya. Per hari ini tanggal 1 Oktober, channel YouTube Purnomo Belajar Baik sudah saya ganti rekeningnya,” ungkapnya.
Purnomo memastikan rekening tersebut akan digunakan untuk membantu anak-anak yatim dan piatu serta mereka yang ingin melanjutkan pendidikan maupun belajar di pondok pesantren.
“Saya pastikan rekening itu digunakan untuk adik-adik yatim dan piatu, serta buat adik-adik yang kepengin melanjutkan sekolah atau pondok pesantren,” pungkasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana