PALANGKA RAYA – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah tahun ini dipastikan tidak akan mengulang persoalan administrasi seperti yang pernah terjadi pada pelaksanaan sebelumnya di Kotawaringin Timur.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalteng, Agus Siswandi, menegaskan sejak awal pihaknya telah mengingatkan agar seluruh proses administrasi atlet diselesaikan sebelum memasuki tahapan technical meeting.
“Supaya jangan sampai terjadi seperti yang di Kotim dulu. Saat technical meeting akhirnya mundur jam, mundur hari gara-gara mempermasalahkan administrasi saja,” ujarnya.
Menurutnya, technical meeting seharusnya membahas aspek teknis pertandingan, bukan lagi persoalan administrasi seperti perpindahan atlet atau kelengkapan berkas.
“Kalau yang namanya sudah technical meeting ya sudah teknis, tidak membicarakan administrasi lagi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, untuk menghindari polemik, proses pendaftaran atlet kini dilakukan secara daring sebelum diverifikasi secara faktual. Sistem ini diterapkan agar seluruh data masuk lebih awal dan bisa diperiksa secara menyeluruh.
“Sudah mulai secara online. Nanti ada verifikasi faktual. Tidak mesti semua yang masuk itu bisa ikut, tergantung verifikasi faktualnya,” katanya.
Koordinasi juga terus dilakukan antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta KONI provinsi dan kabupaten guna memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab.
“Kita sudah bertemu beberapa kali, untuk menetapkan apa yang dilakukan daerah, apa yang dilakukan provinsi, kemudian KONI kabupaten apa, KONI provinsi apa. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Agus menambahkan, pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting agar pelaksanaan Porprov tahun ini berjalan tertib, profesional, dan bebas polemik administrasi. (*rif)
Editor : Ayu Oktaviana