PALANGKA RAYA – Kebijakan Asosiasi Futsal Kota (AFK) Palangka Raya yang mengancam sanksi blacklist bagi atlet yang membela daerah lain tanpa izin menuai beragam respons. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII, aturan tersebut justru memantik perbedaan pandangan di kalangan warganet.
Kebijakan ini disebut sebagai upaya menjaga komitmen atlet terhadap daerah asal. Namun di media sosial, sejumlah netizen justru mempertanyakan keadilan sistem pembinaan dan seleksi atlet di daerah.
Akun Instagram @firdaussyamsir misalnya menyoroti sisi lain dari persoalan tersebut. Dalam unggahan @afk_palangkaraya yang diunggah pertengahan Maret lalu, Ia menilai persoalan tidak sesederhana loyalitas, melainkan juga menyangkut realitas di lapangan.
“Hanya bisa jatuhkan sanksi, tapi melihat realita lapangan? Apakah seleksinya fair? Kasian atlet tidak bisa berkembang kalau cara seperti ini terus dilakukan,” tulisnya.
Baca Juga: Porprov Kalteng 2026: Pendaftaran Ditutup 10 April, KONI Kotim dan Barsel Belum Ada Kejelasan
Komentar itu langsung di balas oleh akun resmi tersebut. “Hallo kakak, Silahkan ikuti dan hadir melihat secara terbuka seleksi ketat & konsisten dari tahap 1, tahap 2 & Invitation. terimakasih,” katanya.
Komentar serupa datang dari @wasit_king_tarkam_bangfeng yang menilai keputusan atlet membela daerah lain bisa jadi didorong faktor kesejahteraan.
“Mungkin ada alasan kenapa pemain ikut kabupaten lain. Bisa jadi honor lebih menjanjikan dan merasa lebih dihargai,” ujarnya.
Sementara itu, akun @mic_pakpahan justru menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut, namun dengan catatan penting terkait penghargaan bagi atlet.
“Sangat sepakat dengan kebijakan ini, hanya saja semoga bisa mempertimbangkan bonus para pemain. Faktanya, pemain lebih memilih tempat yang menawarkan reward lebih,” tulisnya.
Di sisi lain, ada pula netizen yang menilai fenomena perpindahan atlet sebagai hal wajar dalam dunia olahraga. “Wajar saja, orang mengejar kehidupan yang lebih baik,” komentar akun @deaxelleon.
Baca Juga: Pesan Tegas Gubernur Agustiar Sabran: Porprov XIII Kalteng Harus Tetap Digelar Meski Anggaran Minim
Tak hanya itu, persoalan teknis seperti belum adanya kejelasan seleksi di wilayah lain juga ikut disorot. Akun @h3erdyy menyebut masih ada atlet yang menunggu kepastian seleksi Porprov.
“Yang KTP Sampit nunggu seleksi Porprov tapi belum ada juga,” tulisnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana