PALANGKA RAYA – Euforia sepak bola dunia turut membangkitkan semangat olahraga di kalangan pelajar Kalimantan Tengah. Melihat tingginya antusiasme generasi muda terhadap olahraga, Asosiasi Futsal Kota (AFK) Palangka Raya menggelar turnamen futsal bertajuk AFK Mastery Cup 2026 yang dikhususkan bagi pelajar dan mahasiswa putri.
Turnamen yang berlangsung selama 10 hari, mulai 17-27 Juni 2026 ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan bakat di cabang olahraga futsal.
Ketua AFK Palangka Raya, Ahmad Hafiez Noorfaizin, SH mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet muda serta persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah yang akan digelar pada Oktober 2026.
“Tujuan utamanya untuk menyaring bakat-bakat pelajar, meningkatkan kualitas permainan, menjaga kebugaran melalui olahraga, sekaligus melihat kesiapan pemain-pemain muda yang nantinya berpotensi memperkuat tim futsal Palangka Raya pada Porprov Kalteng,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, AFK Mastery Cup mempertandingkan tiga kategori, yakni tingkat SMP sederajat, SMA sederajat, dan kategori klub putri. Kompetisi ini terbuka bagi peserta dari Palangka Raya maupun daerah lain di Kalimantan Tengah.
Menariknya, turnamen tersebut menghadirkan inovasi baru dengan penggunaan Video Support atau yang dikenal sebagai VAR (Video Assistant Referee). Teknologi ini umumnya digunakan pada kompetisi futsal profesional dan dinilai menjadi yang pertama diterapkan dalam turnamen futsal pelajar di Kalimantan Tengah.
Menurut Hafiez, penggunaan VAR diharapkan mampu meningkatkan kualitas pertandingan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi pemain, pelatih, maupun perangkat pertandingan.
“Selama ini fokus AFK Palangka Raya tidak hanya meningkatkan kualitas pemain dan pelatih, tetapi juga kualitas wasit serta kompetisi. Kehadiran video support atau VAR menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar penyelenggaraan futsal di daerah,” katanya.
Ia menilai Kalimantan Tengah memiliki banyak talenta futsal yang potensial. Namun, kemampuan para pemain muda tersebut perlu terus diasah melalui latihan yang berkelanjutan serta pengalaman bertanding yang memadai.
“Bibit-bibit pemain futsal di Palangka Raya dan Kalteng sangat bagus. Mereka hanya perlu lebih banyak jam terbang, peningkatan pemahaman taktik, serta pengalaman kompetisi agar kualitas permainannya terus berkembang,” ujarnya.
Hafiez menambahkan, perkembangan futsal di Kalimantan Tengah saat ini juga semakin mendapat perhatian. Bahkan, sejumlah pemain dari daerah ini mulai dilirik dalam proses seleksi tim nasional kelompok usia maupun pelajar.
Tingginya minat peserta terlihat dari banyaknya sekolah yang mendaftarkan tim, tidak hanya dari Palangka Raya tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, dan Katingan.
“Selain pelajar dari Palangka Raya, sekolah-sekolah dari Sampit, Pulang Pisau, dan Katingan juga ikut mendaftar. Ini menjadi persaingan yang sehat sekaligus kesempatan untuk melihat perkembangan kualitas futsal di masing-masing daerah,” katanya.
Melalui AFK Mastery Cup 2026, AFK Palangka Raya berharap gairah olahraga futsal di Kalimantan Tengah semakin meningkat serta mampu melahirkan pemain-pemain muda berkualitas yang dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional.(*)
Editor : Agus Pramono