KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Nama Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung olahraga dunia. Pecatur putri Tanah Air, Chelsie Monica, berhasil membuat kejutan besar setelah mengalahkan pecatur nomor satu dunia Magnus Carlsen dalam pertandingan ekshibisi simultan di Hong Kong Kamis (18/6/2026).
Kemenangan tersebut terjadi dalam rangkaian agenda menuju ajang FIDE World Rapid and Blitz Team Championships.
Momen itu menjadi semakin istimewa karena Carlsen dikenal sebagai salah satu pecatur terbaik sepanjang sejarah dengan sederet prestasi dunia.
Dalam pertandingan ekshibisi tersebut, Carlsen menghadapi 25 pecatur dari berbagai negara menggunakan format catur simultan dengan tempo catur cepat. Artinya, Grandmaster asal Norwegia itu harus bermain melawan banyak lawan dalam waktu bersamaan.
Namun dari seluruh peserta yang menantangnya, hanya Chelsie Monica yang mampu keluar sebagai pemenang. Pecatur Indonesia itu berhasil membuat Carlsen menyerah setelah duel berlangsung sengit.
Chelsie menggunakan pembukaan Italia, strategi yang menjadi salah satu pola permainan favoritnya. Permainan yang rapi membuat pecatur berusia 30 tahun itu mampu memberikan tekanan hingga akhirnya Carlsen mengakui keunggulan lawannya.
Kemenangan tersebut menjadi catatan spesial bagi Chelsie karena diraih atas pemain yang selama bertahun-tahun mendominasi dunia catur. Carlsen bahkan disebut sebagai salah satu simbol kekuatan catur modern.
Chelsie datang ke Hong Kong sebagai bagian dari skuad Indonesia yang tampil dalam FIDE World Rapid and Blitz Team Championships. Hasil gemilang itu menjadi modal kepercayaan diri sebelum menghadapi kompetisi utama.
Profil Chelsie Monica
Di balik kemenangan besar tersebut, Chelsie bukanlah nama baru dalam dunia catur Indonesia. Pecatur kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 2 November 1995, itu mulai aktif bermain catur sejak 2003.
Chelsie merupakan jebolan Sekolah Catur Utut Adianto dan telah mengikuti berbagai kompetisi sejak usia muda. Perjalanan prestasinya dimulai saat menjadi runner-up ASEAN Age Group Chess Championship di Thailand pada 2005 ketika usianya baru 10 tahun.
Kariernya terus berkembang hingga berhasil meraih gelar juara World School Chess Championship di Singapura pada 2008. Ia juga pernah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2013 di Myanmar.
Saat ini Chelsie menyandang gelar Woman International Master (WIM) dari Federasi Catur Internasional (FIDE). Ia tercatat memiliki rating blitz 2.208 dan menjadi salah satu pecatur putri Indonesia yang aktif di level internasional.
Kemenangan atas Carlsen menjadi bukti bahwa pecatur Indonesia mampu bersaing dengan nama-nama besar dunia. Langkah Chelsie di Hong Kong pun menjadi sorotan dan kebanggaan baru bagi olahraga catur Tanah Air. (*)
Editor : Ayu Oktaviana