Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Fakta-Fakta Dugaan Keracunan, BGN Membantah, MBG di SDN 3 Bukit Tunggal Kembali Normal

Agus Pramono • Selasa, 30 September 2025 | 07:55 WIB
Anak-anak sekolah dasar begitu senang dengan menu MBG
Anak-anak sekolah dasar begitu senang dengan menu MBG

PALANGKA RAYA- Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Nur Izzah Dinillah buka suara atas isu keracunan pelajar usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG).

Kejadian terjadi pada Kamis 3 September 2025 itu menimpa 27 murid kelas V SDN 3 Bukit Tunggal. Mereka tiba-tiba mengalami sakit perut dan muntah-muntah.

Nur membantah ada 27 pelajar di Palangka Raya yang keracunan usai diduga menyantap sajian MBG. Hal itu berdasarkan investigasi dan data faktual.

"Kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyatakan, dengan tegas, bahwa kabar mengenai keracunan massal yang beredar adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi lapangan yang sebenarnya," katanya, Senin (29/9/2025) dikutip dari Antara.

Selain itu, Nur mengungkapkan, bahwa telah terjadi insiden di mana sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan. 

Namun, BGN ingin menegaskan bahwa tidak dapat menyatakan insiden ini sebagai keracunan karena adanya faktor banyak anak-anak yang memang sebelumnya sudah terkena radang tenggorokan serta imunnya yang sedang turun. 

"Karena imunnya yang turun mengakibatkan anak-anak tersebut mudah terkena dampak dari saos cepat saji tersebut," katanya.

Seluruh murid yang mengalami gejala gangguan kesehatan, saat ini telah ditangani dan telah pulih sepenuhnya.

 

Menu burger

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani menyampaikan, dari laporan puskesmas, kasus ini muncul sekitar dua minggu terakhir. Informasi yang diterima, ada kurang lebih 27 laporan dari kepala sekolah maupun orang tua murid,” ujar Jayani.

Ia menambahkan, gejala sakit perut tersebut kemungkinan berkaitan dengan bahan tambahan makanan. Saat itu menu MBG adalah burger. 

“Mungkin bahan sausnya yang kedaluwarsa, kemarin laporannya begitu,” ujarnya.

 

MBG di SDN 3 Bukit Tunggal Kembali Normal

“Melihat anak didik saya merasakan sakit perut,mual dan muntah, saya langsung telepon pihak BGN untuk datang melihat. Syukurnya pihak BGN cepat datang ke sekolah dan membawa tim medis,” ungkap Kepala SDN 3 Bukit Tunggal Sujianto.

Koordinator Wilayah BGN Kota Palangka Raya, Nur Izzah Dinillah menyampaikan tidak ada murid yang memerlukan rawat inap di rumah sakit, dan mereka telah kembali beraktivitas seperti biasa, termasuk kembali mengikuti program makanan bergizi. Tidak ada dampak trauma yang ditimbulkan dari kejadian ini.

Dia menegaskan, pihaknya menjamin kepada seluruh masyarakat, bahan baku dan proses pengolahan menu MBG, termasuk saus dan semua komponen pelengkap, telah melalui pemeriksaan Quality Control (QC) yang sangat ketat.

"Kami memastikan tidak ada bahan baku, apalagi saus yang kedaluwarsa, yang lolos dalam rantai distribusi kami. Integritas dan keamanan gizi anak-anak kita adalah prioritas tertinggi BGN Kota Palangka Raya," ucapnya.

Oleh karena itu, Nur meminta agar masyarakat dapat tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BGN atau instansi pemerintah.

 

MBG Tak Ada Hambatan

Sementara itu saat ini SDN 3 Bukit Tunggal yang memiliki 408 siswa tetap menerima MBG, bahkan murid yang terdampak sakit perut tetap mau mengomsumsi MBG yang sudah di salurkan oleh Satuan Petugas Pangan Gizi (SPPG) yang menangani distribusi MBG di wilayah Bukit Tunggal. 

Hal ini menunjukkan bahwa program makan bergizi gratis masih mendapat kepercayaan dari orang tua maupun pihak sekolah, mengingat manfaatnya yang besar bagi ketahanan gizi anak-anak di Kota Palangka Raya.

 

Rakumpit Belum Ada SPPG

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menargetkan pembentukan 20 dapur Sentra Pangan dan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah. 

Hingga pertengahan September 2025 sebanyak 15 dapur telah tersedia dengan rincian 12 sudah beroperasi dan 3 lainnya dalam tahap renovasi.

Dalam rapat koordinasi Satgas SPPG pekan ini dipaparkan bahwa masih ada lima dapur yang belum terbentuk. 

Beberapa lokasi yang diusulkan berada di jalur sungai dan kawasan pinggiran kota termasuk Kecamatan Rakumpit yang hingga kini belum memiliki dapur SPPG.

Pj Sekertaris Daerah Kota Palangka Raya Arbert Tombak menegaskan pentingnya percepatan pembangunan lima dapur tambahan tersebut agar layanan bisa merata. 

“Untuk dapur berikutnya usahakan dibangun di daerah yang belum sama sekali ada dapur,” ujarnya saat rapat inventarisasi lahan untuk program MBG di wilayah bantaran sungai di Peteng Karuhei I Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (23/9/2025).

"Dari data yang ada di kita 20 SPPG sudah sudah cukup. Yang jelas Pemko akan terus berkoordinasi dengan pihak Badan Gizi Nasional agar penerima manfaat di Palangka Raya dapat merasakan program ini, " tutupnya.(chi/ram)

SEMANGAT BELAJAR : Seorang siswa SDN 2 Pamarangan Kiwa, Mujianor tampak senang mendapatkan seragam baru.
SEMANGAT BELAJAR : Seorang siswa SDN 2 Pamarangan Kiwa, Mujianor tampak senang mendapatkan seragam baru.
Photo
Photo
Editor : Agus Pramono
#Mbg #Makan Bergizi Gratis #palangka raya #keracunan mbg #SDN 3 Bukit Tunggal #BGN #Keracunan Makanan Bergizi Gratis