Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pemerataan Dokter Spesialis di Kalteng Masih Jauh dari Ideal, 6 Rumah Sakit Belum Lengkap

Agus Pramono • Senin, 27 Oktober 2025 | 09:03 WIB
Para dokter lulusan UPR yang diambil sumpah April 2025 lalu.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Para dokter lulusan UPR yang diambil sumpah April 2025 lalu.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA-Pemerataan tenaga dokter spesialis di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menghadapi tantangan serius.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng per 1 September 2025 mencatat, dari 16 rumah sakit milik pemerintah kelas B dan C, baru 10 rumah sakit atau sekitar 62,5 persen yang memiliki tujuh jenis dokter spesialis utama secara lengkap.

Enam rumah sakit lainnya masih mengalami kekurangan tenaga medis di beberapa bidang, terutama spesialis penunjang seperti radiologi, anestesi, dan patologi klinik.

Kondisi ini menyebabkan pelayanan kesehatan di sejumlah daerah belum berjalan optimal, terutama untuk kasus-kasus medis yang memerlukan penanganan lanjutan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kalteng, dr. Damar Pramusinta, menjelaskan bahwa indikator pemenuhan sumber daya manusia rumah sakit didasarkan pada ketersediaan empat dokter spesialis dasar, yakni penyakit dalam, anak, bedah, serta kebidanan dan kandungan serta tiga spesialis penunjang.

“Saat ini sepuluh rumah sakit sudah lengkap, namun masih ada enam yang belum terpenuhi semua jenis spesialisnya,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

Dia merinci bahwa rumah sakit yang sudah memenuhi ketujuh spesialis antara lain Palangka Raya, Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Katingan, Barito Selatan, Barito Timur, dan Lamandau. Sebaliknya, daerah yang masih mengalami kekurangan mencakup Barito Utara, Seruyan, Sukamara, Gunung Mas, dan Murung Raya.

Data yang sama juga menunjukkan jumlah dokter spesialis yang tersedia secara keseluruhan pada 16 rumah sakit tersebut.

Tabel penyebaran dokter di Kalimantan Tengah.
Tabel penyebaran dokter di Kalimantan Tengah.

“Secara total tercatat 202 dokter spesialis yang tersebar di rumah sakit pemerintah, dengan jumlah per bidang penyakit dalam 37 orang, spesialis anak 38 orang, bedah 25 orang, obstetri-ginekologi 35 orang, anestesiologi 27 orang, radiologi 21 orang, dan patologi klinik 19 orang,” jelasnya.

Namun meskipun angka total terlihat signifikan, dr. Damar menegaskan masalah utama bukan hanya kuantitas secara agregat, melainkan distribusi dan kecukupan setiap bidang spesialis di setiap rumah sakit.

“Kita menghadapi permasalahan pemerataan. Beberapa rumah sakit mempunyai kelengkapan spesialis sementara rumah sakit lain sama sekali belum memiliki beberapa bidang krusial,” ujarnya.

Menurut penjelasannya, akumulasi kekurangan yang tercatat mencapai sembilan dokter spesialis yang masih perlu diisi di rumah sakit pemerintah.

Dari sembilan itu, tiga dokter diperlukan untuk bidang radiologi, dua dokter untuk anestesiologi, dan sisanya tersebar pada spesialis anak, bedah, obstetri-ginekologi, serta patologi klinik, masing-masing kurang satu orang.

Kondisi ini, kata Damar, menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan kesehatan di Kalimantan Tengah. Apalagi sebagian besar kabupaten memiliki rumah sakit kelas C dengan infrastruktur terbatas dan letak geografis yang jauh dari ibu kota provinsi.

Ia mengakui, meskipun secara umum tujuh jenis spesialis tersebut belum tergolong langka, tetapi jumlahnya masih jauh dari ideal, terutama di bidang radiologi dan anestesiologi.

“Kalau dilihat secara nasional, jumlahnya memang ada, tapi tidak merata. Di daerah-daerah, khususnya yang terpencil, tenaga dokter spesialis radiologi dan anestesi masih sangat sulit dipenuhi,” ungkapnya.

Menurutnya, kekurangan dua jenis spesialis ini berdampak langsung terhadap pelayanan teknis di rumah sakit.

Misalnya, terbatasnya dokter radiologi menyebabkan keterlambatan dalam penegakan diagnosis melalui hasil rontgen atau CT scan. Begitu juga dengan anestesiologi yang sangat dibutuhkan dalam setiap tindakan operasi.

“Kalau spesialis radiologi dan anestesi belum tersedia, tentu berpengaruh terhadap kecepatan pelayanan dan bahkan keselamatan pasien. Ada tindakan yang harus ditunda atau dirujuk ke rumah sakit lain,” kata Damar.(zia/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#pelayanan #kalimantan tengah #kotawaringin barat #pelayanan teknis #keselamatan pasien #tenaga medis #Radiologi #dokter spesialis #rumah sakit #tenaga dokter #dinas kesehatan