Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Agustin Teras Narang Minta Pusat Tidak Tutup Mata Atas Kerusakan Jalan Nasional di Kalteng

Agus Pramono • Jumat, 7 November 2025 | 09:00 WIB
Agustin Teras Narang
Agustin Teras Narang

PALANGKA RAYA-Sorotan terhadap rusaknya jalan nasional di Kalimantan Tengah (Kalteng) kian menguat.

Agustin Teras Narang dari DPD RI mendesak pemerintah pusat agar menjadikan perbaikan jalan nasional di Kalteng sebagai prioritas utama pembangunan infrastruktur nasional.

Desakan ini disampaikan menyusul adanya data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyebut Kalteng sebagai provinsi dengan panjang jalan nasional rusak terpanjang di Indonesia, yakni mencapai 191,56 kilometer.

Teras Narang menilai, kerusakan jalan di Kalteng harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng, karena sebagian besar ruas yang rusak berada di bawah kewenangan nasional.

“Kalau jalan itu memang berstatus jalan nasional, maka ini sepenuhnya tanggung jawab pemerintah pusat melalui balai. Saya mendesak agar pemerintah pusat memperhatikan hal ini,” ujar Teras Narang kepada Kalteng Pos, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, ruas jalan nasional di Kalteng merupakan jalur vital yang menghubungkan berbagai wilayah strategis di Pulau Kalimantan, seperti jalur Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju Palangka Raya hingga ke perbatasan Kalimantan Barat.

Kondisi jalan yang rusak berat, lanjutnya, dapat menghambat konektivitas dan perekonomian daerah.

“Jalan itu adalah urat nadi ekonomi. Kalau aksesnya rusak, distribusi barang dan mobilitas masyarakat terganggu,” ujarnya.

Sebagai wakil daerah di DPD RI, Teras Narang memastikan dirinya akan mengambil langkah konkret dengan menyampaikan langsung persoalan ini kepada Kementerian PUPR. Ia berencana meminta data terkini dari Dinas PUPR Kalteng untuk memperkuat usulan dan desakan tersebut.

“Saya akan minta data dari Dinas PU, dan mendasarkan pada data itu saya akan sampaikan keberatan sekaligus memohon perhatian kepada Kementerian PU,” kata mantan Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005–2015 itu.

Ia menilai bahwa kerusakan jalan nasional di Kalteng bukan semata akibat kelalaian pemeliharaan, tetapi juga faktor geografis serta meningkatnya aktivitas angkutan berat di wilayah tersebut. Menurutnya, banyak ruas jalan di Kalteng melintasi lahan gambut dan daerah rawa yang menyebabkan struktur jalan mudah rusak.

“Contohnya di jalur Banjarmasin–Palangka Raya, banyak titik yang melintas di kawasan rawan ambles. Tanahnya labil dan mudah turun ketika musim hujan,” jelasnya.(ovi/ram)

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Ayu Oktaviana
#balai pelaksana jalan nasional #musim hujan #jalan nasional #jalan nasional rusak #angkutan berat #kalimantan tengah #trans kalimantan #mobilitas masyarakat #Agustin Teras Narang #perekonomian daerah #faktor geografis