*Jadwalkan jam 10.30*
Agustin Teras Narang
PALANGKA RAYA
PALANGKA RAYA-Anggota DPD RI Agustin Teras Narang menyoroti kerusakan jalan yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ia menilai bahwa kerusakan jalan nasional di Kalteng bukan semata akibat kelalaian pemeliharaan, tetapi juga faktor geografis serta meningkatnya aktivitas angkutan berat di wilayah tersebut.
Menurut Gubernur Kalteng periode 2005–2015 itu, banyak ruas jalan di Kalteng melintasi lahan gambut dan daerah rawa, yang menyebabkan struktur jalan mudah rusak.
“Contohnya di jalur Banjarmasin–Palangka Raya, banyak titik yang melintas di kawasan rawan ambles. Tanahnya labil dan mudah turun ketika musim hujan,” jelasnya.
Selain faktor alam, Teras menyoroti persoalan angkutan overkapasitas sebagai penyebab utama lain dari cepatnya kerusakan jalan.
Ia menilai, lemahnya pengawasan di lapangan membuat kendaraan berat sering melanggar batas tonase yang telah ditetapkan untuk kelas jalan di wilayah tersebut.
“Banyak angkutan yang melebihi kapasitas jalan kelas tiga. Harusnya maksimal delapan ton, tapi di lapangan sering lebih dari itu. Akibatnya, jalan jadi cepat rusak,” ungkapnya.
Teras Narang menekankan bahwa penegakan hukum merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas jalan di Bumi Tambun Bungai.
Ia menilai, fungsi jembatan timbang yang seharusnya menjadi alat kontrol terhadap kelebihan muatan kendaraan masih belum optimal.
Baca Juga: Kebutuhan Perbaikan Jalan di Kalteng Rp3 Triliun per Tahun, Anggaran Masih di Bawah Rp1 Triliun
Ia mendorong agar pengawasan dilakukan lebih tegas, tidak hanya oleh Dinas Perhubungan tetapi juga oleh aparat kepolisian. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi sangat penting agar pelanggaran tonase dapat diminimalisir.
Dirinya menambahkan, teknologi saat ini memungkinkan pengawasan tonase dilakukan secara modern tanpa harus menunggu kendaraan lewat jembatan timbang, melainkan dengan sistem sensor jalan yang berjalan otomatis.
“Sekarang ada sistem pengukuran beban kendaraan yang bisa dilakukan secara mobile. Ini harus diterapkan agar pengawasan lebih efektif,” ujarnya.
Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh pihak baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang sudah dibangun. Ia berharap kesadaran pengguna jalan meningkat, terutama pengusaha angkutan dari luar daerah yang sering membawa muatan berlebih.
“Kita harapkan para pengangkut juga sadar bahwa kondisi jalan di daerah kita masih belum memungkinkan untuk beban berat. Kalau bisa, muatannya dibagi agar tidak memperparah kerusakan,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengawasi dan melaporkan kondisi jalan yang rusak kepada pemerintah daerah. Dengan demikian, upaya perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sebagai mantan orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai, yang memahami betul kondisi geografis dan infrastruktur Kalteng, Teras Narang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan kualitas jalan dan jembatan di tingkat pusat, agar pembangunan dan konektivitas wilayah Kalteng tidak tertinggal dari provinsi lain di Indonesia. (ovi/ram)