Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ibu-Ibu Girang! Posyandu Samba II Bagikan Makan Bergizi Gratis Demi Generasi Sehat dan Cerdas

Agus Pramono • Rabu, 12 November 2025 | 14:30 WIB
Posyandu Samba II bagikan MBG.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Posyandu Samba II bagikan MBG.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

 

PALANGKA RAYA – Posyandu Samba II, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya bagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para warganya.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama ibu-ibu yang memiliki balita dan sedang menyusui.

Ketua Posyandu Samba II, Retno Insiyah, mengatakan bahwa pelaksanaan program MBG ini merupakan hasil kerja sama antara pihak posyandu dan SPPG. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sekaligus menekan angka stunting.

“Program ini memang diarahkan untuk meningkatkan gizi anak, mencerdaskan generasi bangsa, dan menurunkan angka stunting. Kami sudah melakukan MoU dengan pihak SPPG untuk melaksanakan program ini di beberapa posyandu wilayah Bukit Tunggal,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Ia menuturkan pada tahap awal program MBG difokuskan untuk balita, ibu hamil dan ibu menyusui, namun karena ada beberapa kendala teknis untuk sementara sasaran utama berfokus kepada balita berusia satu hingga lima tahun dan ibu menyusui.

“Awalnya ada tiga yaitu untuk ibu hamil juga, tapi sementara ditunda. Sekarang kami fokus pada balita dan ibu menyusui,” terangnya.

Retno mengungkapkan pelaksanaan program di wilayahnya baru dimulai sejak Senin 10 November 2025 lalu. Sebelumnya, MBG telah dijalankan di dua sekolah dasar yakni SDN 5 Bukit Tunggal dan SDN 7 Bukit Tunggal.

Posyandu Samba II bagikan MBG.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Posyandu Samba II bagikan MBG.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

Kini, program tersebut diperluas ke posyandu-posyandu. “Untuk sementara memang baru beberapa posyandu yang bisa menjalankan karena ada batasan jarak pengantaran, maksimal enam kilometer dari dapur produksi,” jelasnya.

Di posyandu Samba II tercatat ada 64 balita dan 20 ibu menyusui yang menjadi penerima manfaat program MBG. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya 62 balita dan 9 ibu menyusui.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Program ini benar-benar membantu keluarga, terutama yang kondisi ekonominya menengah ke bawah,” katanya.

Ratno pun berharap agar program ini dapat terus berlanjut dan menjadi program berkelanjutan. “Harapan kami, program seperti ini bisa terus dilaksanakan karena manfaatnya besar sekali bagi masyarakat,” tambahnya.

Warga begitu antusias

Sementara itu, Feli, salah satu warga yang juga ibu rumah tangga dengan dua anak, mengaku senang dengan adanya program MBG. Menurutnya, program ini bukan hanya bermanfaat bagi anak sekolah, tapi juga bagi anak balita dan ibu menyusui.

“Kami senang karena program ini membantu memenuhi gizi anak-anak kami. Menunya juga bervariasi, seperti ayam bistik, sup, telur rebus, jeruk, dan nasi. Anak-anak suka dan bisa sekalian untuk makan siang,” tuturnya.

Ia menduga pembagian MBG untuk posyandu dilakukan siang hari setelah pengantaran makanan ke sekolah selesai.

“Pihak SPPG mungkin mengantar ke sekolah dulu, baru ke posyandu yang menjadi mitra. Jadi pas waktunya untuk makan siang anak-anak di rumah,” pungkasnya dengan senyum.

Lebih lanjut Feli menyebut soal menu makanan selama dua hari berjalan tidak ada keluhan dari anak-anak ataupun dirinya pribadi sebab makanan yang diantarkan secara kebutuhan gizi dan komposisi mencukupi untuk kebutuhan tubuh dan tanpa ada pengawet makanan.

Di samping itu, anaknya juga menyukai makanan meskipun tidak mampu menghabiskan makanan secara keseluruhan.

“Menu beda-beda dari kemarin, mereka di rumah makan semua paling ya tidak habis saja, kalau itu tidak masalah masih bisa di habiskan oleh orang tuanya, selain itu gk ada yang gimana-gimana si, nikmat aja,” pungkasnya.

Program MBG di tingkat posyandu ini diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat sejak usia dini serta mempercepat penurunan angka stunting di Kalteng.(*afa/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#program mbg #dapur produksi #kualitas gizi #Penurunan angka stunting #posyandu #Makan Bergizi Gratis (MBG) #pengawet makanan #SPPG #kebutuhan gizi #program berkelanjutan #gizi