Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Festival Anak Sabangau 2025: Borneo Nature Indonesia Mengajak Generasi Muda Menjaga Alam

Agus Pramono • Minggu, 16 November 2025 | 19:07 WIB
Festival Anak Sabangau (FAS) 2025 di Tribun Kereng Bangkirai, Minggu (16/11/2025).ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Festival Anak Sabangau (FAS) 2025 di Tribun Kereng Bangkirai, Minggu (16/11/2025).ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

 

PALANGKA RAYA – Festival Anak Sabangau (FAS) 2025 digelar di wisata Air Hitam Sabangau, Minggu (16/11/2025).

Kegiatan yang digelar Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI) ini mengusung tema Kalawa Bara Himba, yang menggambarkan cahaya harapan dari generasi muda untuk menjaga kelestarian Hutan Sabangau dan ekosistem gambut.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran Dinas Pariwisata, Cecilia Kristina.

Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat pendidikan lingkungan dan menumbuhkan karakter generasi muda yang peduli terhadap konservasi.

Tema Kalawa Bara Himba bukan sekadar slogan, tetapi pesan bahwa hutan adalah sumber cahaya kehidupan dan pengetahuan.

"Di Sabangau, kehidupan manusia dan alam saling terhubung. Masa depan konservasi ada di tangan generasi muda yang kita bina hari ini,” demikian sambutan wali kota yang dibacakan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya terus berkomitmen mendukung program pendidikan lingkungan, konservasi ekosistem gambut, serta pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan Sabangau. Menurutnya, FAS menjadi contoh nyata kolaborasi pemerintah, komunitas, dan lembaga konservasi.

Sebelumnya, CEO YBNI Anton Nurcahyo juga menyampaikan sambutan. Ia mengenang peristiwa kebakaran hutan 10 tahun lalu yang menjadi landasan YBNI menggelar festival ini sebagai momentum edukasi publik.

“Kalawa Bara Himba memaknai cahaya baru cahaya harapan yang lahir dari pengetahuan anak-anak dan para ranger muda tentang pentingnya menjaga hutan,” ujarnya.

Anton menegaskan bahwa upaya konservasi tidak dapat berjalan tanpa dukungan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi warga Kereng Bangkirai yang selama ini aktif mendukung program edukasi BNF, baik melalui kegiatan pemulihan ekosistem, sekolah alam, maupun pemantauan kawasan.

Baca Juga: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Kunjungi TN Sebangau, Ini yang Disorot

Festival Anak Sabangau 2025 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari tarian giring-giring pembuka, pameran dokumentasi program edukasi, temu wicara aktivis lingkungan dan Sabangau Ranger, pojok bermain anak, pembuatan kriya lentera, penampilan drama bertema Cahaya Rimba, hingga cap tangan dukungan konservasi. Tarian Manasai akan menjadi penutup rangkaian festival.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta, mulai dari anak-anak peserta klub alam, orang tua/wali, masyarakat Kereng Bangkirai, pegiat lingkungan, serta undangan dari sejumlah instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. (rif)

Editor : Agus Pramono
#Borneo #Sebangau #hutan #festival anak sebangau #generasi muda #BNF INDONESIA