PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan skema perlindungan sosial yakni Kartu Huma Betang, yang dijadwalkan mulai disalurkan pada 2026. 130 keluarga bisa mendapat bantuan.
Program ini diarahkan khusus bagi keluarga berpenghasilan rendah yang selama ini belum terjangkau program bantuan dari pusat.
Dalam pertemuan bersama jurnalis di Istana Isen Mulang, Jumat sore (22/11/2025), Gubernur H. Agustiar Sabran menekankan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan bahwa kelompok berpenghasilan rendah mendapat prioritas.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar keluarga miskin secara umum, tetapi difokuskan pada kelompok ekonomi paling bawah.
“Kami ingin yang berada di lapisan terbawah benar-benar memperoleh perlindungan. Kriterianya jelas, termasuk keluarga yang berada di desil 1 dan desil 2. Itu kelompok yang kami pastikan menerima manfaatnya,” ujar Agustiar.
Ia menjelaskan bahwa sasaran program mencakup pekerja dengan pendapatan tidak tetap serta mereka yang hidup dari pekerjaan sektor informal.
Buruh harian, porter, pemulung, pengemudi ojek, petani kecil, nelayan, hingga warga dengan gaji di bawah UMP masuk dalam kategori penerima.
Secara keseluruhan, sekitar 130 ribu keluarga akan menerima kartu tersebut pada tahap awal pelaksanaan 2026.
Program ini merupakan bagian dari agenda prioritas H. Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, sebagai upaya memperkuat pelayanan publik di delapan sektor.
Pemprov berharap kartu ini dapat menjadi jaring pengaman sosial berbasis daerah yang melengkapi skema nasional.
Sementara itu, selama 2025, Pemprov Kalteng memfokuskan diri pada pemutakhiran data penerima melalui verifikasi dan validasi ketat.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari tumpang tindih serta memastikan anggaran daerah tersalurkan secara tepat.
“Kita menggunakan dana APBD, jadi setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu data penerimanya harus akurat sejak awal,” ucapnya.
Dengan persiapan yang sedang berlangsung, pemerintah menargetkan Kartu Huma Betang menjadi instrumen baru dalam memperkuat daya tahan ekonomi keluarga dan mengurangi kerentanan sosial di Bumi Tambun Bungai. (ovi)