PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memastikan seluruh peserta kontingen Pesparani Kalteng 2025 asal Kota Palangka Raya yang sempat mengalami gangguan pencernaan telah mendapatkan penanganan medis.
Sebanyak 37 dari 209 peserta yang terdampak. 36 orang karena makanan dan 1 dari lakalantas.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menjelaskan berdasarkan koordinasi awal dengan panitia, dugaan penyebab gangguan pencernaan tersebut bukan karena kualitas makanan, melainkan karena keterlambatan konsumsi oleh para peserta.
“Informasinya makanan disajikan dalam kondisi baik, hanya saja telat dimakan. Mungkin karena saking semangatnya berlomba, jadi terlambat makan dan itu mengganggu kondisi perut,” jelasnya, Senin (24/11/2025).
Dari infomasi yang di dapat sebagian peserta sudah diizinkan pulang namun masih ada beberapa yang harus menjalani perawatan lebih lanjut.
“Sudah ada yang keluar, tapi ada beberapa orang yang fisiknya mungkin lemah sehingga masih diopname. Kami minta Pak Sekda untuk mengecek langsung ke rumah sakit,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan adanya kelalaian dari pihak penyedia makanan Zaini menyebut masih menunggu penjelasan lebih rinci.
Namun ia menegaskan bahwa makanan yang dibiarkan terlalu lama tanpa dikonsumsi sangat berpotensi terkontaminasi, terutama apalagi di wilayah beriklim tropis.
“Kalau bahan organik itu tidak cepat dimakan, apalagi di daerah lembab seperti kita, kualitasnya akan cepat menurun. Informasi dari rumah sakit juga menyebut penyebabnya karena lambat makan,” tambahnya.(chi/ram)
Editor : Ayu Oktaviana