PALANGKA RAYA–Isu mengenai kesejahteraan guru menjadi sorotan, terutama bagi tenaga pendidik yang sampai saat ini statusnya masih honorer.
Belum tuntas soal masalah kesejahteraan, mereka juga dihadapi dengan aturan yang membuat status mereka dihapus, resminya per 31 Desember 2025 mendatang.
Pasalnya melalui undang-undang ASN nomor 2023 pemerintah hanya mengakui dua aparatur sipil negara (ASN) yakni PNS dan PPPK.
Melihat kondisi ini, pemerintah provinsi (pemprov) tidak tinggal diam. Kesejahteraan dan statur para guru honorer ini menjadi perhatian.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalteng Muhammad Reza Prabowo, menegaskan Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran memiliki perhatian besar terhadap peningkatan status guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pemprov Kalteng, kata dia, terus mengupayakan agar sebanyak mungkin guru honorer dapat terangkat, sejalan dengan kebijakan nasional.
“Pak Gubernur sangat konsen. Guru honorer ini terus kita upayakan agar statusnya naik jadi PPPK. Kita siapkan dan usulkan formasinya. Jangan sampai guru-guru kita, pahlawan pendidikan ini, tetap berstatus honorer. Kita mengikuti kebijakan pusat dan kita harus sukseskan itu,” katanya, Rabu (19/11/2025).
Selain pengangkatan guru honorer, Pemprov Kalteng melalui Disdik juga memberikan berbagai bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan para pendidik.
Reza menyebutkan mulai dari tambahan tunjangan sertifikasi, tunjangan bagi guru di daerah terpencil, hingga program bantuan rumah guru yang sudah berjalan.
“Tambahan tunjangan sertifikasi sudah. Untuk guru-guru di wilayah terpencil juga sudah kita bantu. Termasuk program bantuan rumah guru, itu pun sudah terlaksana. Semua bentuk dukungan kita upayakan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada kesejahteraan, Disdik Kalteng juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai pelatihan terus diberikan kepada guru, baik melalui Learning Management System (LMS) maupun pelatihan langsung secara luring di lapangan.
“Kualitas pendidikannya kita perkuat, sarana prasarananya kita support, kesejahteraan gurunya kita perhatikan, dan peningkatan kompetensi juga rutin kita lakukan. Ada pelatihan LMS, ada juga pelatihan tatap muka. Semua sudah kita jalankan,” jelas Reza.
Meski berbagai program telah berjalan baik, Reza menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dicapai secara instan. Menurutnya, perubahan memerlukan proses dan konsistensi dari seluruh pihak.
“Semua ini sudah lengkap sebenarnya. Tapi yang namanya merubah kualitas pendidikan, itu butuh proses. Kita tetap komitmen untuk memastikan pendidikan di Kalteng terus maju,”pungkasnya. (zia/ala)
Editor : Ayu Oktaviana