PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Ia menyebut bahwa pendidikan bukan hanya urgen bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi penentu masa depan Kalteng sebagai salah satu lumbung kekuatan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Dalam penyampaiannya, Agustiar menegaskan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, pesan yang disampaikan kepala negara harus menjadi dorongan bersama, karena masa depan Indonesia berada pada generasi muda, termasuk yang lahir dan dibesarkan di Bumi Tambun Bungai.
“Kalimantan Tengah ini masa depan Indonesia,” tegasnya, Rabu (26/11). “Kita tidak boleh tertinggal. Daerah lain sudah mengeksplorasi sumber daya mereka sangat dalam, sementara kita masih memiliki potensi besar dan sumber daya yang masih terjaga. Ini harus kita manfaatkan dengan cerdas untuk kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.”
Gubernur menyebut berbagai program pembangunan yang sedang berjalan harus dikawal bersama, termasuk Koperasi Merah Putih yang ditujukan untuk menggerakkan ekonomi desa. Kegiatan ter-sebut diharapkan mampu membuka mata publik mengenai sumber kekuatan ekonomi daerah, sekaligus memberikan efek langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun demikian, ia menyoroti tantangan di sektor pendidikan yang membutuhkan dukungan pendanaan besar. Menurutnya, tidak mungkin pemerintah daerah hanya bergantung pada APBN dan pusat, mengingat Indonesia memiliki wilayah luas dan kebutuhan yang tinggi. Karena itu, ia mendorong penguatan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kampus, dunia usaha, hingga korporasi yang beroperasi di Kalteng.
Kontribusi Perusahaan Jauh dari Target
Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan bahwa selama ini kontribusi perusahaan melalui CSR dan pajak masih jauh dari potensi yang seharusnya diterima daerah. Banyak perusahaan yang disebut hanya memberikan sisa kecil dari keuntungan yang diperoleh dari Kalteng.
“Selama ini investasi datang, tapi kita hanya kebagian debunya saja. CSR-nya kecil, pajaknya juga minim,” ujarnya dengan tegas.
Untuk itu, sejak menjabat, orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai mengaku telah memanggil seluruh perusahaan yang beroperasi di Kalteng guna mempertegas komitmen mereka terhadap pembangunan pendidikan. CSR disebut harus diarahkan secara tepat sasaran, terutama untuk mendukung akses pendidikan, beasiswa, hingga pembangunan fasilitas akademik.
Ia berharap dunia usaha dapat berperan lebih aktif sebagai mitra strategis pemerintah. Dengan demikian, tidak ada lagi masyarakat yang terabaikan di daerah yang sejatinya kaya sumber daya na-mun masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
“Jangan sampai kita seperti pepatah, tikus mati di lumbung padi. Sumber daya kita banyak, tapi kalau tidak dimanfaatkan untuk anak-anak kita, maka Kalteng tidak akan maju,” tegasnya.
Pemprov Kalteng akan terus memperkuat agenda pendidikan melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk kerja sama lintas sektor serta penegasan kembali kewajiban CSR perusahaan. Gubernur berharap penguatan ini mampu menghasilkan generasi muda yang cerdas, berdaya saing, dan siap mengisi masa depan Indonesia.(zia/ram)
Editor : Ayu Oktaviana