Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Indonesia Kekurangan 80 Persen Pekerja Migran Terampil, Menteri P2MI Mukhtarudin: Ini Peluang Besar bagi Kalteng Siapkan SDM

Agus Pramono • Jumat, 28 November 2025 | 11:30 WIB
Menteri P2MI Mukhtarudin saat kunjungan ke Poltekkes.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Menteri P2MI Mukhtarudin saat kunjungan ke Poltekkes.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA–Indonesia masih kekurangan tenaga kerja terampil untuk mengisi pasar kerja luar negeri.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyampaikan bahwa dari 351 ribu lowongan kerja luar negeri yang sudah dipetakan pemerintah, baru sekitar 20 persen yang terisi oleh pekerja migran Indonesia (PMI).

Hal itu disampaikan Mukhtarudin saat diwawancarai media usai Kunjungan Kerja di Auditorium Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Kamis (27/11/2025).

“Ada 80 persen lowongan luar negeri yang belum dilamar. Ini peluang besar terutama bagi masyarakat Kalteng, tinggal kita siapkan SDM-nya,” tegasnya.

Mukhtarudin menjelaskan, peluang ini terbuka lebar karena banyak negara Eropa dan Asia mengalami aging population, sementara Indonesia tengah memasuki masa bonus demografi. Kondisi tersebut membuat permintaan tenaga kerja asing terutama yang memiliki kompetensi vokasi melonjak tajam.

Menurutnya, alumni Poltekkes, SMK, dan sekolah vokasi di Kalteng memiliki kesempatan besar mengisi kebutuhan sektor kesehatan, perawat lansia, manufaktur, welder, hingga sopir truk.

“Gaji tenaga kesehatan yang bekerja di Eropa itu bisa mencapai Rp50–60 juta per bulan. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan bahasa, skill, dan kompetensi mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah hanya akan menempatkan PMI ke negara-negara yang memberikan perlindungan kuat, memiliki sistem jaminan sosial, serta regulasi yang jelas.

Mukhtarudin juga mengingatkan bahwa mayoritas kasus PMI bermasalah berasal dari keberangkatan non-prosedural.

“Yang paling banyak bermasalah itu yang berangkat ilegal. Negara siap membantu, tapi yang terbaik tetap berangkat prosedural supaya aman dan terlindungi,” katanya.

Pemerintah pusat, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah skema penguatan kompetensi, termasuk melalui MOU dan PKS dengan Poltekkes Kemenkes, serta program Desa Migran Emas sebagai pusat edukasi dan layanan informasi bagi calon PMI.

“Kita ingin Kalteng dapat memanfaatkan peluang ini. Remitansi yang masuk juga akan menggerakkan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*rif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#bonus demografi #tenaga kerja #kompetensi #ekonomi daerah #luar negeri #Mukhtarudin #perlindungan pekerja migran indonesia #Masyarakat Kalteng #lowongan kerja #ilegal #Desa Migran Emas #jaminan sosial