Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Wali Kota Fairid Naparin di Hadapan Menteri P2MI: Pemko Palangka Raya Genjot Kualitas SDM lewat Penguatan Bahasa Asing

Agus Pramono • Sabtu, 29 November 2025 | 09:00 WIB
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin  (dua dari kanan) tanda tangani kerja sama dengan Kementerian P2MI.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin (dua dari kanan) tanda tangani kerja sama dengan Kementerian P2MI.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA- Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu fokusnya adalah peningkatan kemampuan bahasa bagi lulusan mahasiswa kota Palangka Raya yang ingin bekerja di luar negeri.

Dukungan terhadap kemampuan bahasa ini dinilai penting karena menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan calon pekerja migran.

Dengan penguasaan bahasa lulusan mahasiswa tidak hanya lebih mudah menyesuaikan diri di negara tujuan tetapi juga memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

Melalui intervensi ini Pemko berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga. Peningkatan kompetensi bahasa juga diharapkan mampu memperkuat daya saing Kota Palangka Raya dalam kancah pembangunan SDM tingkat nasional.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan peningkatan kemampuan bahasa khususnya bahasa Inggris sedang digarap melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga pendidikan.

“Bahasa itu sangat penting. Bahasa Indonesia dan bahasa daerah adalah kewajiban, tetapi minimal kita harus bisa bahasa Inggris untuk bersaing dengan dunia luar,” tegasnya, Kamis (27/11/2025).

Lebih lanjut Pemko melalui Dinas Pendidikan saat ini tengah mengkaji percepatan pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SD dan SMP.

Sementara bagi perguruan tinggi bantuan yang akan diberikan bersifat incidental sesuai kebutuhan kampus. Misalnya bagi mahasiswa Poltekkes, dukungan yang diberikan dapat berupa pelatihan bahasa untuk membuka peluang bekerja sebagai tenaga kesehatan di luar negeri.

Pemko menegaskan kebijakan peningkatan kemampuan bahasa ini akan terus dikembangkan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.(chi/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#pekerja migran #perguruan tinggi #kota palangka raya #kesejahteraan warga #kualitas sumber daya manusia #Kemampuan Bahasa