Penetapan dilakukan secara aklamasi setelah seluruh pemilik suara memberikan dukungan tanpa pengecualian.
Dalam prosesi pengukuhan, Edy menerima panji Partai Golkar dari pimpinan sidang sebuah simbol legitimasi dan mandat politik yang menandai dimulainya kepemimpinan baru. Riuh tepuk tangan peserta Musda mengiringi momen tersebut.
Usai penetapan, Edy menegaskan bahwa langkah pertamanya ialah memperkuat konsolidasi internal serta membenahi aset dan struktur organisasi hingga ke tingkat daerah.
“Kami diberi amanah secara aklamasi, dan tentu fokus kami adalah merapikan organisasi serta menguatkan konsolidasi, baik dari sisi program maupun dukungan finansial,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi prioritas utamanya adalah penuntasan persoalan aset Sekretariat DPD Golkar Kalteng.
Hingga kini, kantor sekretariat masih menumpang pada bangunan milik Pemprov Kalteng.
GolkarBaca Juga: HUT ke-61, Golkar Kalteng Melaksanakan Bakti Sosial, Sembako Murah sampai Cek Kesehatan
“Kantor kita masih memakai aset pemprov. Ke depan, saya ingin Golkar Kalteng punya gedung sendiri yang benar-benar menjadi milik partai,” tegasnya.
Edy menyebut penyempurnaan infrastruktur organisasi penting untuk mendorong target peningkatan kursi legislatif serta memperkuat mesin partai menghadapi agenda politik lima tahun mendatang.(*rif/ram)
Editor : Agus Pramono