Melalui Pelatihan Petugas Survei di Tiga Kabupaten
PALANGKA RAYA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah terus mengakselerasi persiapan pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni penyelenggaraan pelatihan petugas survei, bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, pada 25-27 November 2025 di Aula Hapakat Kantor OJK Kalteng.
Sebanyak 13 petugas survei, terdiri dari tiga Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan sepuluh Petugas Pendata Lapangan (PPL), mengikuti pelatihan tersebut. Mereka akan ditugaskan langsung di tiga kabupaten sampel SNLIK 2026, yakni Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, dan Kapuas.
Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menegaskan pentingnya SNLIK sebagai instrumen strategis bagi OJK dan pemerintah dalam membaca kondisi literasi serta inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Hasil survei menjadi pondasi bagi penyusunan kebijakan, pengembangan program edukasi keuangan, hingga penguatan akses layanan keuangan yang semakin merata dan berkeadilan.
Primandanu juga menekankan bahwa pelaksanaan SNLIK 2026 selaras dengan target nasional dalam RPJMN 2025-2029, yaitu indeks literasi keuangan 69,35% dan indeks inklusi keuangan 93%.
Lebih jauh, survei ini turut mendukung visi besar RPJPN 2025-2045, di mana inklusi keuangan ditetapkan sebagai salah satu dari 45 indikator pembangunan nasional. Pada tahun 2045, target inklusi keuangan Indonesia dipatok mencapai 98%, menjadikan sektor jasa keuangan sebagai motor penggerak ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
"Melalui pelatihan ini, kami memastikan para petugas memahami konsep lembaga jasa keuangan dan mampu menggali data secara tepat dan akurat. Kualitas data SNLIK sangat menentukan gambaran literasi dan inklusi keuangan, sekaligus menjadi kompas arah kebijakan OJK ke depan,” tegas Primandanu.
OJK Kalteng menegaskan bahwa keberhasilan SNLIK 2026 sangat bergantung pada kualitas petugas lapangan. Untuk itu, pembekalan kompetensi, ketelitian, dan pemahaman metodologi menjadi prioritas utama.
"Kami berharap seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional, mengikuti standar survei, dan menjaga akurasi setiap informasi yang dihimpun. SNLIK adalah pondasi bagi kebijakan sektor keuangan yang lebih efektif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, OJK Kalteng memastikan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan SNLIK 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan sektor keuangan, baik di tingkat regional Kalimantan Tengah maupun secara nasional. (kom/uut/hms/sir/abw)