Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

BMKG Memprediksi La Nina Bertahan hingga April, Wilayah Utara Kalteng Masuk Zona Risiko Tinggi

Agus Pramono • Rabu, 3 Desember 2025 | 16:50 WIB
Banjir di tengah kota Palangka Raya.DOK AGUS PRAMONO/KALTENG POS
Banjir di tengah kota Palangka Raya.DOK AGUS PRAMONO/KALTENG POS

 

PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya mengingatkan bahwa potensi curah hujan tinggi di Kalimantan Tengah masih akan berlanjut dalam waktu panjang.

Fenomena La Niña yang tengah berlangsung diprediksi bertahan hingga April 2026, sehingga memicu peningkatan risiko banjir di sejumlah wilayah.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Palangka Raya, Anton, menyampaikan hal tersebut saat ditemui usai kegiatan di Hotel Swiss-Belhotel Danum, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, La Niña tahun ini berbarengan dengan musim hujan, sehingga suplai uap air meningkat dan curah hujan lebih besar dibandingkan musim hujan normal.

“Prediksi kami La Niña masih berlanjut sampai Januari, dan kemungkinan bisa terus ke Februari, Maret, bahkan April. Jadi semester pertama tahun depan potensi hujannya masih tinggi,” jelas Anton.

BMKG menilai kondisi ini dapat memperbesar potensi banjir. Sebab hujan yang sudah terjadi sebelumnya telah mengisi badan sungai di berbagai wilayah.

“Curah hujan sebelumnya sudah meninggikan muka air sungai. Hujan berikutnya akan membuat kenaikannya lebih cepat,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa risiko tertinggi berada di wilayah utara Kalimantan Tengah, terutama Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Kapuas bagian utara. Selain itu, kawasan pesisir seperti Sukamara dan Kotawaringin Barat juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi.

“Untuk Desember, wilayah paling rawan tetap bagian utara: Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Kapuas utara. Wilayah pesisir juga perlu waspada,” kata Anton.

BMKG juga mengimbau seluruh pihak, termasuk sekolah, BPBD, dan masyarakat, agar tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan lebat, banjir, angin kencang, dan tanah longsor.

“Kami sudah menyampaikan peringatan dini terkait daerah-daerah yang berpotensi hujan tinggi. Tinggal bagaimana langkah antisipasinya di lapangan,” ujarnya.

BMKG meminta seluruh daerah memperhatikan perkembangan cuaca harian dan memperkuat koordinasi mitigasi, mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi hingga awal tahun depan. (*rif)

Editor : Ayu Oktaviana
#curah hujan #potensi banjir #BMKG Palangka Raya #hujan lebat #Murung Raya #kotawaringin barat #sumatera utara #mitigasi #tanah longsor #banjir bandang