PALANGKA RAYA-Rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada akhir November 2025 menjadi alarm keras bagi Indonesia, tak terkecuali Kalimantan Tengah.
Pasalnya sejumlah wilayah di Bumi Tambun Bungai menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Mengantisipasi hal tersebut, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo menegaskan perlunya kesiapsiagaan total agar Kalteng tidak mengalami tragedi serupa.
Dirinya menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, mitigasi bencana adalah satu-satunya cara agar Kalteng tidak mengalami tragedi yang lebih besar.
“Caranya kita harus melakukan mitigasi. Mitigasi untuk pencegahan, pemantauan. Badan penanggulangan bencana dan tim terpadu kita harus memonitor, bekerja bersama lintas sektoral,” ujar Edy Pratowo usai memimpin Apel Peringatan HUT ke-54 KORPRI Provinsi Kalteng di halaman Kantor Gubernur, Senin (1/12/2025).
Ia menekankan pentingnya pemantauan cuaca secara berkala, terutama pada masa peralihan menuju puncak musim hujan. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Wagub, harus menjadi rujukan utama untuk membaca potensi cuaca ekstrem.
“Kita harus melihat laporan update terus dari BMKG untuk mengetahui kondisi cuaca dan potensi ekstrem. Langkah-langkah mitigasi itu penting supaya kita bisa mengantisipasi sebelum terjadinya bencana,” tuturnya.
Selain pemerintah, Edy juga menyoroti peran perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalteng. Mereka diminta menunjukkan komitmen menjaga lingkungan serta menyiapkan sistem mitigasi di wilayah konsesi masing-masing.
“Perusahaan-perusahaan juga harus bisa membantu. Mereka melakukan mitigasi di perusahaannya, itu penting,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjutnya, akan terus mendorong koordinasi lintas sektor agar kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dapat berjalan maksimal.
Tragedi di sejumlah daerah di Sumatra menjadi pelajaran bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini, bukan saat bencana sudah datang“Antisipasi itu kuncinya,” tandas Wakil Gubernur.(ovi)
Editor : Ayu Oktaviana