Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Disparbudpora Kota Gelar Mamapas Lewu, Siap Sambut Tahun Baru 2026

Agus Pramono • Jumat, 5 Desember 2025 | 14:15 WIB
Kelima basir melaksanakan ritual balian dalam pelaksanaan Mamapas Lewu. ILHAM ROMADHONA/ KALTENG POS
Kelima basir melaksanakan ritual balian dalam pelaksanaan Mamapas Lewu. ILHAM ROMADHONA/ KALTENG POS

 

PALANGKA RAYA — Nuansa sakral kembali menyelimuti Kota Palangka Raya saat ritual adat Mamapas Lewu resmi dimulai pada 3–5 Desember 2025.

Sejak Rabu siang, halaman Kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 tampak berubah menjadi ruang persiapan penuh simbol dan makna.

Sejumlah petugas tampak sibuk menata janur, sesajen, serta berbagai perlengkapan upacara lainnya. Setiap elemen disusun dengan cermat, mencerminkan penghormatan mendalam masyarakat Dayak terhadap tradisi leluhur yang diwariskan turun-temurun.

Kepala Disparbudpora Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris menjelaskan, Mamapas Lewu telah menjadi agenda rutin pemerintah kota menjelang pergantian tahun.

“Pelaksanaannya tanggal 3 sampai 5 Desember. Hari ini kita mulai dengan ritual balian, dan nanti sore sampai malam ada prosesi keliling kota,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Menurut Iin, Mamapas Lewu mengandung makna pembersihan kampung atau kota dari pengaruh negatif. Upacara ini dipercaya sebagai bentuk penyucian diri dan lingkungan, sekaligus memohon perlindungan agar masyarakat dapat menyongsong tahun baru dengan harapan yang lebih baik.

“Kita ingin memasuki 2026 dalam keadaan bersih, damai, jauh dari marabahaya. Harapannya masyarakat bisa hidup sejahtera dan semakin kuat, semakin keren tentunya,” ucapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Mamapas Lewu memang selalu digelar setiap Desember sebagai bentuk tolak bala untuk tahun berikutnya.

“Setiap tahun dilaksanakan. Desember ini untuk menyambut 2026, nanti Desember 2026 untuk 2027, dan seterusnya,” jelasnya.

Iin turut mengundang masyarakat untuk ikut menyaksikan prosesi adat yang berlangsung terbuka untuk umum tersebut. “Silakan masyarakat datang ke halaman kantor Disparbudpora untuk menyaksikan prosesi Mamapas Lewu. Ini bentuk dukungan kita bersama dalam menjaga budaya Dayak,” katanya. (ham/ans)

Editor : Ayu Oktaviana
#sesajen #masyarakat dayak #mamapas lewu #tolak bala #Janur #upacara #kota palangka raya #sejahtera #budaya Dayak #Disparbudpora #ritual adat #prosesi adat #tradisi leluhur #penyucian diri