PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyiapkan skema pengaturan lalu lintas menghadapi dua arus besar yang berlangsung bersamaan: libur Natal Tahun Baru 2026 (Nataru) dan Haul Guru Sekumpul.
Kedua momentum ini dipastikan memicu lonjakan perjalanan, terutama di jalur Pulang Pisau–perbatasan Banjar, wilayah yang setiap tahun menjadi titik kemacetan berat.
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy, menyebut pihaknya telah mengidentifikasi seluruh titik rawan penumpukan kendaraan yang berpotensi muncul mulai H-2 hingga hari puncak haul.
“Kami identifikasi titik potensi macet, terutama Pulang Pisau hingga perbatasan Banjar. Jalur itu selalu padat saat haul,” ujarnya saat ditemui di Hotel Bahalap, Kamis (4/12/2025).
Dirikan pos dan rest area
Untuk mengurangi beban titik-titik tersebut, Dishub bersama Polda Kalteng menyiapkan penambahan pos pengaturan dan alur pengalihan lalu lintas jika terjadi stagnasi arus. Sejumlah rest area sementara juga disiapkan agar jamaah dapat beristirahat tanpa menumpuk di bahu jalan.
Salah satu lokasi yang dipastikan menjadi titik layanan adalah Jembatan Timbang di jalur utama, yang akan dioperasikan sebagai rest area khusus jemaah.
“Jembatan Timbang nanti dijadikan rest area, karena jemaah biasanya membutuhkan titik istirahat. Ini untuk mengurai beban perjalanan,” tambah Yulindra.
Dishub menegaskan bahwa dua kegiatan berskala besar yang berlangsung serentak ini membutuhkan pola pengamanan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain posko Nataru yang sudah rutin dibentuk, akan ada pos tambahan dengan fokus pemantauan pergerakan jamaah haul.
“Ada dua kegiatan besar bersamaan. Pasti ada peningkatan arus. Itu yang kami siapkan, termasuk penambahan posko di beberapa titik padat,” jelasnya.
Pertemuan lanjutan bersama Kemenhub dan Polda akan kembali dilakukan sebelum 20 Desember untuk finalisasi skema pengendalian lalu lintas, termasuk estimasi volume puncak dan kebutuhan tambahan personel. (*rif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana