Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

ICDN Tak Bersifat Rasis, Mendorong SDM Suku Dayak Diperkuat Agar Menguasai Ilmu Pengetahuan

Agus Pramono • Senin, 15 Desember 2025 | 14:00 WIB
Pengukuhan pengurus DPW dan DPD ICDN Kalteng dihadiri Forkopimda.NOVIA/KALTENG POS
Pengukuhan pengurus DPW dan DPD ICDN Kalteng dihadiri Forkopimda.NOVIA/KALTENG POS

 

PALANGKA RAYA–Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) resmi menuntaskan rangkaian pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Kalimantan melalui Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD ICDN Provinsi Kalimantan Tengah  (Kalteng) Periode 2025–2030.

Pelaksanaan digelar di Ballroom Golden Christian School Lantai 5, Palangka Raya, Sabtu (13/12/2025). Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi ICDN secara nasional.

Kalimantan Tengah merupakan provinsi terakhir dari lima provinsi di Pulau Kalimantan yang dikukuhkan kepengurusan wilayahnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) ICDN, Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, M.M., menegaskan bahwa selesainya pelantikan ini menandai kesiapan ICDN untuk bekerja lebih cepat, terarah, dan terstruktur dalam memperjuangkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Dayak dan masyarakat Kalimantan.

“Hari ini adalah pelantikan dan pengukuhan terakhir DPW di Pulau Kalimantan. Setelah Kalimantan Utara, Barat, Timur, dan Selatan, hari ini Kalimantan Tengah resmi kita kukuhkan. Artinya, ICDN sudah siap bekerja secara serentak dan sistematis,” ujar Willy.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Indrawan P. Kamis resmi dilantik sebagai Ketua DPW ICDN Provinsi Kalimantan Tengah, bersama pengurus DPW serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota se-Kalteng.

Willy menegaskan bahwa ICDN hadir bukan sebagai organisasi eksklusif, melainkan organisasi intelektual yang berfokus pada penguatan SDM Dayak agar mampu bersaing, unggul, dan mengambil peran strategis di tingkat daerah maupun nasional.

“ICDN tidak bersifat rasis. Namun kami memprioritaskan peningkatan kualitas SDM Dayak dan masyarakat Kalimantan agar mereka maju, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan jejaring, serta siap memimpin daerahnya sendiri, bahkan Indonesia,” tegasnya.

Menurut Willy, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan representasi masyarakat Dayak dalam jabatan-jabatan strategis nasional. Karena itu, ICDN hadir untuk melakukan kerja-kerja jangka panjang, sistematis, dan berbasis intelektual.

“Kalau kita jujur, sampai hari ini belum ada orang Dayak yang menjadi menteri, jenderal, duta besar, atau pengusaha nasional berskala besar. Padahal, dari data yang kami miliki, banyak putra-putri Dayak yang memiliki kapasitas dan kualifikasi. Ini yang ingin kami siapkan dan perjuangkan,” katanya.

Lebih lanjut, Willy mengungkapkan bahwa DPN ICDN telah menerima mandat dari Musyawarah Nasional (Munas) II ICDN di Pontianak untuk segera melakukan audiensi dengan Presiden Republik Indonesia. Audiensi tersebut bertujuan menyampaikan berbagai gagasan strategis hasil Munas, terutama terkait pemerataan kesempatan bagi seluruh anak bangsa.

Beberapa agenda utama yang akan disampaikan kepada Presiden antara lain pengusulan Tumbang Anoi sebagai pusat kebudayaan dan sejarah Dayak, lengkap dengan pembangunan museum dan fasilitas pertemuan suku bangsa Dayak sedunia, serta pendirian Perguruan Tinggi Dayak Nasional yang dapat menjadi pusat pengembangan intelektual Dayak di lima provinsi Kalimantan.

“Kami juga memperjuangkan agar masyarakat Dayak mendapat kesempatan yang sama dalam mengelola sumber daya alam di Kalimantan, serta akses pendidikan terbaik, baik di dalam maupun luar negeri,” tambah Willy,

Meski demikian, Willy tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi ICDN. Salah satunya adalah upaya menghimpun dan mempersatukan masyarakat Dayak yang masih banyak tinggal di wilayah tertinggal dengan keterbatasan infrastruktur dan akses pendidikan.

“Ini tantangan besar, tapi sekaligus alasan mengapa ICDN harus hadir dan bekerja lebih keras,” ujarnya.

Ketua DPW ICDN Kalteng terpilih, Dr. Indrawan P. Kamis, menyatakan bahwa amanat yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan hingga akhir masa jabatan. Ia menegaskan komitmen untuk menerjemahkan visi nasional ICDN ke dalam program konkret di Kalteng.

“Tiga fokus utama kami adalah Empowering the Generation dengan semangat no Dayak left behind, penguatan pendidikan dan literasi, serta memperkuat persatuan nasional. Dayak adalah bagian utuh dari bangsa Indonesia,” tegasnya.

 Baca Juga: ICDN Mantapkan Arah Penguatan SDM Dayak, Willy M Yoseph: Tidak Boleh Ada Anak Dayak Tertinggal

Ia juga memastikan DPW ICDN Kalteng akan membangun sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah serta seluruh pemangku kepentingan di Kalteng.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Harian DPN ICDN, Perdie Midel Yoseph, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan dapat berlangsung lancar dan khidmat.

“Kami bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah beserta jajaran dan seluruh undangan yang hadir. Selamat dan sukses kepada Ketua DPW ICDN Kalteng yang baru,” ujarnya.

Acara pelantikan dan pengukuhan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) lainnya.

Dengan tuntasnya pelantikan kepengurusan wilayah di seluruh Kalimantan, ICDN menegaskan komitmennya untuk bergerak lebih solid dalam mencetak generasi Dayak yang unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi Indonesia. (ovi/ala)

Editor : Agus Pramono
#Willy M Yoseph #agustiar sabran #teknologi #Dayak #rasis #ICDN Kalteng #Cendekiawan Dayak