PALANGKA RAYA - Hujan deras yang disertai angin kencang selama dua hari terakhir membuat sejumlah ruas jalan di Kota Palangka Raya sempat terganggu.
Pohon-pohon berukuran besar tumbang di berbagai titik, memaksa petugas turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat belasan peristiwa kebencanaan akibat cuaca ekstrem tersebut.
Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi melalui Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, menyebut peristiwa yang paling dominan adalah pohon tumbang.
“Selama hujan disertai angin kencang beberapa hari terakhir, peristiwa yang kami tangani didominasi oleh pohon tumbang,” ujar Balap Sipet, Sabtu (20/12/2025).
Ia menjelaskan, kejadian tersebut tersebar di sejumlah titik, seperti Jalan Tjilik Riwut, Jalan RTA Milono, Jalan Antang, Jalan Thamrin, Jalan Ir. Soekarno, hingga kawasan permukiman warga. Dari seluruh laporan yang masuk, wilayah Kecamatan Jekan Raya menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak.
“Sebagian besar lokasi kejadian berada di Kecamatan Jekan Raya. Penanganan kami lakukan bersama instansi terkait, termasuk Damkar, Dishut Provinsi, DLH, PLN, serta dibantu masyarakat,” jelasnya.
Selain pohon tumbang, lanjutnya, pihaknya juga menerima laporan kerusakan bangunan akibat terjangan angin kencang. Namun, dampaknya relatif terbatas.
“Untuk kerusakan bangunan, laporan yang masuk ada satu sarang walet yang roboh di Jalan Panenga 2. Tidak ada laporan kerusakan berat pada rumah warga maupun fasilitas umum,” tambah Balap.
BPBD memastikan, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa cuaca ekstrem tersebut. “Sampai saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat kejadian tersebut,” tegasnya.
BPBD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah ketika hujan lebat disertai angin kencang, serta segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat. (ham)
Editor : Agus Pramono