PALANGKA RAYA – Semangat bela negara berpadu dengan sportivitas dan kebersamaan dalam ajang Tambun Bungai Run 2025 yang sukses menyedot hampir 12 ribu peserta. Ribuan pelari memadati halaman Korem 102/Panju Panjung, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Minggu (21/12/2025), menjadikan kota ini lautan manusia berbalut kaos biru muda sejak pagi hari.
Mengusung tema “Tambun Bungai Run di Tanah Kahayan”, kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Bela Negara ke-19 sekaligus dirangkai dengan Hari Juang TNI Angkatan Darat. Peserta berasal dari beragam kalangan, mulai dari pelajar SMA/sederajat, masyarakat umum, komunitas lari, hingga personel TNI/Polri dari berbagai wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Ajang ini menghadirkan berbagai kategori yakni 5 kilometer (Fun Run) untuk masyarakat umum serta 10 kilometer untuk kategori putra, putri, dan TNI/Polri. Kehadiran komunitas disabilitas turut menjadi simbol kuat inklusivitas dan semangat kebersamaan dalam olahraga.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., menegaskan bahwa Tambun Bungai Run bukan sekadar lomba lari, melainkan sarana membangkitkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bela Negara dan Hari Juang TNI Angkatan Darat. Dari peristiwa sejarah itu, kita belajar tentang semangat para pahlawan dalam membela negara yang harus terus kita warisi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, semangat bela negara harus terus dihidupkan dalam berbagai bentuk kegiatan positif, termasuk olahraga, agar nilai-nilai kebangsaan tetap relevan dan membumi di tengah masyarakat. Pangdam juga menyampaikan empati atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seraya mengapresiasi kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Walaupun kita berjauhan, mereka tetap saudara kita. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” katanya.
Mayjen TNI Zainul Arifin turut memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, instansi terkait, perbankan, serta seluruh pihak yang berkontribusi sehingga kegiatan berjalan aman dan lancar. Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta dari berbagai daerah. Hal tersebut, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi atlet-atlet lokal.
Pangdam berharap Tambun Bungai Run dapat dijadikan agenda tahunan yang rutin digelar setiap minggu ketiga bulan Desember, dengan skala dan kualitas yang terus ditingkatkan.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan yang mampu menarik peserta lintas daerah dan lintas usia, bahkan melahirkan prestasi dari peserta usia dini.
“Ini suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya, baik secara pribadi maupun sebagai Gubernur Kalimantan Tengah, melihat antusiasme luar biasa dari saudara-saudara kita yang datang dari berbagai daerah,” ucapnya.
Gubernur menilai Tambun Bungai Run sebagai wujud nyata upaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Menurutnya, olahraga memiliki dampak luas, tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga pembentukan karakter, semangat, dan pola pikir positif.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan, seraya menyoroti keberhasilan peserta usia sekolah dasar yang mampu meraih prestasi.
“Olahraga ini milik masyarakat. Orang yang sehat akan berpikir positif, memiliki energi dan semangat baru. Jika dilakukan secara konsisten, prestasi tidak akan mengkhianati proses,” katanya.
Gubernur berharap ajang ini dapat menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial Kalimantan Tengah yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh masyarakat, dengan harapan damai dan sukacita senantiasa menyertai Bumi Tambun Bungai.
Tambun Bungai Run 2025 pun tak sekadar menjadi perhelatan olahraga, tetapi juga panggung kebersamaan, solidaritas, dan penguatan nilai bela negara di tengah masyarakat Bumi Tambun Bungai. (ovi/ram)
Editor : Ayu Oktaviana